Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RI Dorong Penyelesaian ASEAN DEFA, Airlangga: Ekonomi Digital Bisa Capai USD 2 Triliun pada 2030
Oleh : Redaksi
Sabtu | 30-08-2025 | 13:28 WIB
airlangga2.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam Special ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting yang digelar secara hybrid, Kamis (28/8/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia mendorong percepatan penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan rampung awal 2026. Kesepakatan ini akan menjadi kerangka kerja digital komprehensif pertama di kawasan dan diyakini mampu menggandakan nilai ekonomi digital ASEAN hingga USD 2 triliun pada 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya DEFA dalam memperkuat integrasi ekonomi digital ASEAN sekaligus menempatkan kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global (epicentrum of growth).

"Indonesia telah menerapkan sistem fleksibilitas pembayaran elektronik dengan beberapa negara lainnya. Namun, fleksibilitas tersebut bukan berarti bebas tanpa batas, melainkan tetap ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi sesuai dengan kepentingan Indonesia," ujar Airlangga dalam Special ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting yang digelar secara hybrid, Kamis (28/8/2025).

Hingga Agustus 2025, perundingan DEFA telah mencapai kesepakatan pada 93 paragraf atau sekitar 60% dari keseluruhan naskah. Poin krusial yang sudah disetujui mencakup perlindungan data pribadi, kerja sama keamanan siber, pemanfaatan AI dan teknologi baru, pemerataan digital, serta dukungan bagi UMKM.

ASEAN menargetkan kesepakatan substantif sebesar 70% dapat tercapai sebelum pertemuan ke-26 AECC di Oktober 2025. Target itu akan dibahas dalam putaran perundingan ke-14 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta awal Oktober mendatang.

Pertemuan kali ini menghasilkan arahan strategis sebagai pedoman tim perunding untuk menyelaraskan isu-isu digital dengan arah integrasi kawasan yang inklusif dan adil, sekaligus mendorong inovasi serta investasi. Keberhasilan DEFA diyakini tidak hanya memperkuat fondasi digital ASEAN, tetapi juga menjadikan kawasan sebagai kekuatan utama ekonomi digital dunia.

Pertemuan dipimpin oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul, selaku Ketua AECC 2025, dan dihadiri oleh para menteri serta pejabat tinggi negara anggota ASEAN bersama perwakilan Sekretariat ASEAN.

Editor: Gokli