Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indeks Kepercayaan Industri Agustus Naik, Optimisme Manufaktur Indonesia Kian Menguat
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 29-08-2025 | 15:48 WIB
Jubir-Kemenperin7.jpg Honda-Batam
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren positif pada Agustus 2025. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat 53,55, naik 0,66 poin dari bulan sebelumnya dan lebih tinggi 1,15 poin dibanding Agustus 2024. Peningkatan ini mencerminkan daya tahan industri nasional di tengah tekanan global maupun domestik.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan, kenaikan IKI terutama ditopang oleh membaiknya indeks pesanan dan persediaan produk.

"Penguatan IKI bulan ini didukung oleh peningkatan dua dari tiga variabel pembentuknya, yaitu indeks pesanan naik 2,98 poin ke 57,38 dan persediaan produk meningkat 2,05 poin ke 57,04," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/8/2025), demikian dikutip laman Kemenperin.

Meski demikian, variabel produksi turun ke level 44,84, lebih rendah 4,15 poin dibanding Juli 2025. Menurut Febri, hal ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati sejumlah perusahaan yang menahan produksi, menunda pembelian bahan baku, serta menggunakan stok lama. Faktor pembatasan pasokan gas bagi industri juga menjadi pertimbangan.

Febri menegaskan, pasokan gas harga khusus (HGBT) merupakan instrumen vital bagi daya saing industri. "Harga gas yang kompetitif tidak hanya memengaruhi biaya produksi, tetapi juga keputusan investasi jangka panjang, terutama di sektor padat energi seperti pupuk, petrokimia, baja, dan kaca," jelasnya.

Ia mencontohkan, industri oleokimia yang baru-baru ini dikunjungi Kemenperin mencatat peningkatan setoran pajak hingga enam kali lipat setelah memperoleh pasokan gas HGBT. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi langkah cepat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memastikan stabilitas suplai gas.

"Kami sudah menerima laporan dari pelaku industri bahwa pasokan gas kini stabil dan harga sesuai regulasi. Harapannya, produktivitas segera pulih dan daya saing industri tetap terjaga," kata Febri.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, 21 subsektor mencatat ekspansi dengan kontribusi 95,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada Triwulan II-2025. Dua subsektor dengan capaian tertinggi adalah Industri Alat Angkutan Lainnya serta Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman, yang didorong pesanan ekspor dan permintaan domestik.

Sementara itu, dua subsektor yang mengalami kontraksi adalah Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, serta Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. Kontraksi ini terjadi akibat stok persediaan yang masih tinggi dan menurunnya aktivitas pemeliharaan mesin pada periode tersebut.

Dari sisi pasar, IKI berorientasi ekspor pada Agustus mencapai 54,11, didukung kenaikan ekspor nonmigas 12,56 persen (yoy). Sementara itu, IKI domestik naik menjadi 52,64, sejalan dengan permintaan dalam negeri yang kuat serta inflasi yang terkendali di level 2,37 persen.

Kemenperin juga mencatat, 79,8 persen pelaku usaha menilai kondisi usahanya meningkat atau stabil, dengan 32,9 persen melaporkan perbaikan dan 46,9 persen menyebut usaha tetap stabil. Tingkat optimisme enam bulan ke depan pun naik menjadi 68,1 persen, sedangkan pesimisme menurun ke 5,6 persen.

Febri menambahkan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) memberikan gambaran lebih komprehensif dibanding Purchasing Managers' Index (PMI) karena melibatkan 2.500-3.000 perusahaan dari 23 subsektor. "Hasil IKI terbukti sejalan dengan data pertumbuhan industri yang dirilis BPS, sehingga bisa menjadi acuan valid dalam menilai kondisi aktual manufaktur nasional," pungkasnya.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: