Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam Jadi Hub Kesehatan Internasional

Investasi Rp 1 Triliun, Mayapada dan Apollo Bangun Rumah Sakit Internasional di Batam
Oleh : Aldy
Rabu | 27-08-2025 | 15:48 WIB
Mahbi-03.jpg Honda-Batam
Groundbreaking proyek Mayapada Apollo Batam International Hospital (Mabih) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Parkes Batam dengan nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun, Rabu (27/8/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Investasi jumbo kembali mengalir ke Batam. Mayapada Healthcare bersama Apollo Hospital, rumah sakit swasta terbesar di India, resmi memulai pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (Mabih) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Parkes Batam dengan nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun. Rumah sakit bertaraf internasional ini ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Groundbreaking proyek digelar Rabu (27/8/2025), ditandai peletakan batu pertama oleh Presiden Direktur sekaligus Komisaris Utama Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, bersama perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

"Batam kami pilih karena posisinya sangat strategis dan bisa menjadi hub kesehatan internasional," ujar Jonathan dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Mabih hadir sebagai jawaban atas tantangan Presiden Prabowo Subianto kepada sektor swasta untuk berkontribusi nyata dalam layanan kesehatan. Jonathan menyoroti besarnya devisa yang hilang setiap tahun karena masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.

"Mabih akan menjadi selling point baru bagi Batam. Kami yakin rumah sakit ini mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan di negara tetangga. Proyek ini juga akan membuka lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi Batam," jelasnya.

Dukungan datang dari pemerintah pusat. Rizal Edwin Manasang, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM Kemenko Perekonomian, menyebut Mabih sejalan dengan strategi nasional pengembangan KEK kesehatan sesuai PP Nomor 39 Tahun 2024.

"Kita ingin Batam berkembang sebagai hub kesehatan Asia Tenggara. Apalagi hampir Rp 200 triliun devisa keluar tiap tahun karena 2 juta pasien Indonesia berobat ke luar negeri," terang Edwin.

Menurutnya, kehadiran Mabih diharapkan tidak hanya menahan pasien dalam negeri, tetapi juga menarik pasien mancanegara. "Malaysia dan Singapura selama ini jadi tujuan utama medical tourism. Kini layanan berstandar internasional hadir di Batam," ujarnya.

Meski begitu, Edwin menekankan pembangunan harus mematuhi aturan, termasuk aspek perizinan, tata ruang, dan lingkungan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pembangunan Mabih selaras dengan arahan Presiden agar Batam menjadi motor investasi nasional. "Dalam RPJMN, target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Batam diharapkan bisa berkontribusi 9,5 - 10 persen. Kehadiran Mayapada Apollo adalah bagian dari langkah besar itu," katanya.

Ia optimistis rumah sakit ini akan mengurangi ketergantungan warga Batam pada layanan kesehatan luar negeri, bahkan berpotensi menjadi tujuan wisata medis kawasan. "Dengan reputasi Apollo yang sudah mendunia, kita yakin Mabih akan menjadi destinasi kesehatan baru," tegas Amsakar.

Proyek Mabih disebut telah melalui persiapan lebih dari satu tahun. Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, serta investasi yang besar, Mabih diyakini akan menjadi tonggak penting bagi pengembangan medical tourism Indonesia sekaligus memperkuat posisi Batam di peta ekonomi regional.

"Syukur alhamdulillah, setelah persiapan panjang, hari ini pembangunan bisa kita mulai," tutup Jonathan.

Editor: Gokli