Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Kepri Genjot Ekosistem Halal, 2.800 Lebih UMKM Sudah Bersertifikat
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 23-08-2025 | 15:08 WIB
AR-BTD-4725-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, saat membuka Talk Show bertema Optimalisasi Produk Halal: Membangun Branding Halal dan Kepercayaan Konsumen di Aula One Batam Mall, Jumat (22/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kian serius memperkuat ekosistem halal di daerah perbatasan. Melalui rangkaian Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025, BI Kepri hadir bukan hanya sebagai penggerak literasi ekonomi syariah, tetapi juga pendamping nyata bagi UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal.

Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, menegaskan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk halal. "Hingga saat ini, KPwBI Kepri telah aktif mendukung sinergi melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Upaya ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem halal yang kokoh dan berkelanjutan," ujarnya saat membuka Talk Show bertema Optimalisasi Produk Halal: Membangun Branding Halal dan Kepercayaan Konsumen di Aula One Batam Mall, Jumat (22/8/2025) malam.

2.801 Sertifikat Halal Terbit

Rony menjelaskan, BI Kepri secara konsisten melakukan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM, terutama melalui mekanisme self declare. Program ini juga melahirkan Halal Centre di Politeknik Negeri Batam dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna.

Dari pusat tersebut, lebih dari 200 Pendamping Produk Proses Halal (P3H) bersertifikat kini aktif membantu UMKM. Hasilnya, sepanjang 2024 terbit 2.135 sertifikat halal, dan hingga Agustus 2025 bertambah 666 sertifikat baru.

"Perjalanan ini menjadi bukti bahwa ekosistem halal di Kepri semakin tumbuh. UMKM kini lebih siap memenuhi standar halal sekaligus percaya diri menembus pasar global," jelas Rony.

Dari Fesyar hingga National Halal Fair

BI Kepri sebelumnya juga menjadi motor sejumlah agenda nasional dan regional, mulai dari Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) yang terintegrasi dengan National Halal Fair (NHF), menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Sumatera 2024, hingga ikut berpartisipasi di Fesyar Sumatera 2025 di Lampung.

Menurut Rony, berbagai langkah tersebut memperlihatkan bahwa BI Kepri tidak hanya menumbuhkan ekonomi syariah sebatas konsep, tetapi juga menghadirkannya secara nyata di tengah masyarakat.

Branding Halal Jadi Identitas Bangsa

Dalam rangkaian GMP 2025, seminar bertema optimalisasi produk halal turut menghadirkan narasumber nasional hingga regional. Diskusi menyoroti pentingnya branding halal serta literasi masyarakat dalam mendukung gaya hidup halal (halal lifestyle).

"Harapan kami, QRIS, sertifikasi halal, dan berbagai program ekonomi syariah yang digagas bersama tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar melekat dalam kehidupan masyarakat. Produk halal bukan sekadar label, melainkan jaminan kepercayaan, identitas, sekaligus kebanggaan nasional," tegas Rony.

BI Kepri pun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemanfaatan produk halal sebagai fondasi dalam membangun ekonomi umat, sekaligus mempertegas posisi Kepri sebagai daerah perbatasan dengan potensi besar dalam ekosistem halal.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: