Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Optimisme Tetap Terjaga
Oleh : Redaksi
Sabtu | 23-08-2025 | 12:08 WIB
airlangga-optimis1.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Peluncuran Media SUAR di Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, perekonomian Indonesia berhasil menunjukkan performa positif. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 5,12% (year-on-year) dengan inflasi yang tetap terkendali. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan global yang diproyeksikan hanya 3%.

"Ekonomi Indonesia terus berkinerja baik dengan pertumbuhan 5,12% di Kuartal II-2025, didukung inflasi yang terkendali. Kondisi ini mencerminkan efektivitas koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil dalam menjaga keseimbangan makroekonomi di tengah ketidakpastian global," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Peluncuran Media SUAR di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Airlangga menegaskan, pemerintah tidak berhenti pada stabilitas ekonomi semata. Berbagai terobosan tengah dilakukan, mulai dari perluasan layanan digital, peningkatan investasi asing, hingga reformasi struktural. "Ekonomi digital kini bukan lagi pelengkap, melainkan mesin utama pertumbuhan. Dengan 212 juta pengguna internet aktif, nilai ekonomi internet Indonesia diperkirakan mencapai USD 360 miliar pada 2030," jelasnya.

Ia juga menyoroti transformasi sistem pembayaran yang semakin beralih ke digital. "Cashless society menjadi kenyataan. Namun, memang masih ada disparitas antara kota besar dan kecil, sehingga ini yang terus kita monitor. Kita juga mendorong capaian ekonomi digital di kawasan ASEAN melalui DEFA," tambahnya.

Selain penguatan ekonomi digital, pemerintah berkomitmen melanjutkan langkah strategis lain, seperti diversifikasi pasar ekspor, hilirisasi industri dan semikonduktor, transisi energi melalui kendaraan listrik dan biodiesel, serta deregulasi sektoral. "Untuk menunjang semua strategi ini, diperlukan kolaborasi lintas sektor --pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga media. Inovasi dan kerja sama menjadi kunci," tegas Airlangga.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan peran media sebagai bagian penting pembangunan ekonomi. "Peluncuran media SUAR ini saya harapkan menjadi titik awal optimisme, menghadirkan informasi yang bukan hanya soal permasalahan, tetapi juga solusi dan peluang bagi dunia usaha," tutupnya.

Acara peluncuran turut dihadiri Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, CEO dan Editor in Chief SUAR Sutta Dharmasaputra, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, serta Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi.

Editor: Gokli