Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

LKS Diksus Nasional 2025, Siswa Berkebutuhan Khusus Buktikan Prestasi
Oleh : Redaksi
Senin | 18-08-2025 | 13:48 WIB
LKS-Diksus-2025.jpg Honda-Batam
LKS Diksus Nasional 2025. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Tangerang - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Khusus (Diksus) Tingkat Nasional 2025 resmi berakhir dengan melahirkan para juara dari kalangan siswa berkebutuhan khusus. Sebanyak 27 peserta berhasil menyabet medali emas, perak, dan perunggu dari sembilan cabang lomba.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan semua peserta sejatinya merupakan pemenang.

"Kepada para peserta yang berhasil meraih juara, saya ucapkan selamat atas prestasi membanggakan ini. Bagi yang belum mendapatkan gelar juara, percayalah bahwa kalian semua adalah pemenang karena telah menunjukkan kemampuan, keberanian, dan semangat pantang menyerah," kata Irene saat menutup acara, Jumat (15/8/2025), demikian dikutip laman Kemendikdasmen.

Irene juga menyampaikan apresiasi kepada dinas pendidikan daerah, guru pendamping, hingga orang tua yang terus mendukung peserta. Ia menekankan bahwa LKS Diksus menjadi momentum memperluas ruang bagi siswa berkebutuhan khusus.

"Mari jadikan ajang ini penguat komitmen untuk pendidikan yang inklusif, unggul, dan berdaya saing," ujarnya.

Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Talenta Puspresnas, Retno Juni Rochmaningsih, menyebut LKS Diksus 2025 sukses melibatkan 285 peserta dari seluruh Indonesia dengan tiga metode penilaian: daring langsung, pengiriman karya, dan video.

"Para peserta telah melahirkan banyak karya luar biasa yang membanggakan. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh murid Diksus untuk terus bersemangat belajar," ucapnya.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta keluar sebagai juara umum dengan empat medali emas dan satu perunggu, disusul Jawa Tengah dengan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Posisi ketiga ditempati Bali dengan raihan satu emas dan satu perunggu.

Beberapa peraih emas pun berbagi kisah inspiratif. Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul yang meraih emas cabang Tata Boga, mengaku bangga setelah melewati latihan intensif.

"Harapannya, prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman Diksus lainnya untuk terus menggali potensi diri," tutur Keylla.

Sementara itu, Daffa Awalludin dari SLB B YAKUT Purwokerto yang menyabet emas di cabang Kreasi Barang Bekas, merasa terhormat bisa mengharumkan nama daerah. "Semoga prestasi ini membuat teman-teman Diksus lebih semangat meraih cita-cita dan mandiri di masyarakat," ungkapnya.

Annisa Azmi dari SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo, DI Yogyakarta, juga berhasil meraih emas di bidang Teknologi Informasi. Guru pendampingnya, Arif Mugi Setiawan, menyebut perjuangan Annisa terbayar tuntas.

"Puji syukur murid kami meraih hasil luar biasa. Semoga ini menjadi pemantik semangat bagi murid Diksus lainnya," kata Arif.

Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah pembuktian bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Editor: Gokli