Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemprov Kepri Fokus Perkuat UMKM, Dapat Suntikan DAK Rp 13,3 Miliar
Oleh : Aldy
Sabtu | 16-08-2025 | 09:28 WIB
bincang-media1.jpg Honda-Batam
Bincang Bareng Media di Kantor Perwakilan BI Kepri, Kota Batam, Jumat (15/8/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi prioritas.

Tahun ini, Pemprov Kepri memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp 13,3 miliar dari APBN yang difokuskan untuk pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas 3.600 pelaku usaha di seluruh wilayah Kepri.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan program tersebut dijalankan bersama Bank Indonesia (BI) serta pemerintah kabupaten/kota. "Kami terus berkolaborasi untuk memperkuat UMKM. Dana ini diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar," kata Riki, saat Bincang Bareng Media di Kantor Perwakilan BI Kepri, Kota Batam, Jumat (15/8/2025).

Selain memperkuat UMKM, Pemprov Kepri juga menggulirkan program Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan. Dari 419 desa/kelurahan, sudah terbentuk 47 koperasi berbadan hukum yang menjadi percontohan nasional. Salah satunya di Desa Kuala Simpang, Kabupaten Bintan, yang mengelola berbagai unit usaha mulai dari gerai sembako, pengolahan hasil laut, hingga klinik kesehatan.

Upaya pengembangan UMKM juga diarahkan pada hilirisasi produk berbasis sumber daya lokal. BI bersama Pemprov Kepri sepakat bahwa produk lokal yang diolah akan bernilai tambah tinggi. Misalnya, teripang dan gonggong yang dikembangkan menjadi bahan baku industri kosmetik dan kesehatan.

"Hilirisasi tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai jual produk hingga berkali lipat," ujar Riki.

Program hilirisasi ini melibatkan riset dan inovasi dari SMK perikanan setempat agar UMKM memiliki standar produksi sesuai kebutuhan pasar internasional. Dengan begitu, produk olahan laut Kepri diharapkan mampu bersaing di tingkat global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, menilai momentum pertumbuhan ekonomi daerah harus dimanfaatkan UMKM untuk naik kelas. "Ini saat yang tepat bagi UMKM Kepri untuk bangkit, berinovasi, dan memanfaatkan momentum agar bisa bersaing di tingkat global," ucap Rony.

Melalui dukungan pemerintah, BI, serta kemitraan bisnis yang dibangun lewat Gebyar Melayu Pesisir 2025, Kepri optimistis melahirkan pelaku usaha berdaya saing global yang bukan hanya menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Editor: Gokli