Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Perluas QRIS Lintas Negara ke Jepang, China dan Arab Saudi
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 13-08-2025 | 13:08 WIB
AR-BTD-4667-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Pekan QRIS Nasional 2025 Merdeka Competition di Food Street Nagoya Hill Mall, Batam, Senin (11/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) bersiap memperluas layanan pembayaran digital QRIS lintas negara ke Jepang, China, dan Arab Saudi dalam waktu dekat. Ekspansi ini diharapkan mempermudah transaksi wisatawan mancanegara sekaligus mendorong tercapainya target nasional 50 juta transaksi pada 2025.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyebutkan langkah ini strategis, terutama untuk daerah pintu masuk wisatawan. "Kami melihat potensi besar dari wisatawan mancanegara. Selain Malaysia dan Singapura yang transaksinya sudah meningkat pesat, Jepang, China, dan Arab Saudi akan menjadi target selanjutnya," ujarnya dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PKN) di Batam, Senin (11/8/2025).

Rony memaparkan, transaksi QRIS lintas negara dengan Malaysia pada 2024 mencapai Rp 7,8 miliar dan sudah menembus Rp 9,6 miliar dalam enam bulan pertama 2025. Sementara transaksi dengan Singapura naik dari Rp 1,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 2,8 miliar hingga Juni 2025.

Selain fitur pemindaian, BI memperkenalkan QRIS Tap untuk mengakomodasi kebiasaan pengguna dari negara tertentu, seperti Singapura, yang terbiasa menggunakan metode tap. "Intinya sama-sama mudah, dan uang yang diterima merchant tetap setara seperti transaksi domestik," jelasnya.

Ia menegaskan, ekspansi ini tidak hanya mempermudah belanja wisatawan, tetapi juga mendatangkan devisa karena pembayaran dilakukan menggunakan valuta asing. "Bayangkan jika wisatawan dari Jepang, China, atau Arab Saudi belanja di sini cukup dengan QRIS dari negaranya. Praktis, cepat, dan devisanya masuk ke Indonesia," katanya.

Hingga pertengahan 2025, transaksi QRIS nasional telah mencapai hampir 30 juta atau senilai Rp 4,1 triliun, naik signifikan dibanding capaian Rp 5,03 triliun sepanjang 2024. Dengan promosi, edukasi, dan literasi keuangan lewat PKN, BI optimistis target 50 juta transaksi dan nilai Rp 6 triliun tahun ini dapat tercapai.

Rony juga menekankan, QRIS menawarkan tarif paling kompetitif dibanding kartu debit maupun kredit. Merchant kecil dengan transaksi hingga Rp 500 ribu dibebaskan dari biaya Merchant Discount Rate (MDR). "Kami ingin UMKM lebih percaya diri menggunakan QRIS. Operasionalnya lebih murah, fiturnya banyak, dan keamanannya terjamin," tegasnya.

BI berharap ekspansi ke tiga negara baru ini menjadikan QRIS sebagai wajah pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional, sekaligus memperkuat kedaulatan rupiah di luar negeri.

Editor: Gokli