Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepri Dorong QRIS hingga Pulau Terluar, Transaksi Tembus Rp 4,14 Triliun di Pertengahan 2025
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 12-08-2025 | 11:48 WIB
AR-BTD-4661-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Pekan QRIS Nasional 2025 Merdeka Competition di Food Street Nagoya Hill Mall, Batam, Senin (11/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga menjangkau pelosok desa, pasar tradisional, dan pulau-pulau terluar. Langkah ini diharapkan mempercepat digitalisasi transaksi di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda) Kepri, Aries Fhariandi, mengatakan sosialisasi dan edukasi yang digencarkan Bank Indonesia (BI) menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Kita harapkan QRIS tidak hanya ada di kota besar atau mal, tetapi juga sampai ke pasar tradisional dan pulau-pulau. Ini menjadi tantangan bagi kami dan BI, bagaimana menghadirkan edukasi hingga masyarakat di daerah terjauh," ujarnya di sela Pekan QRIS Nasional 2025 Merdeka Competition di Food Street Nagoya Hill Mall, Batam, Senin (11/8/2025).

Aries optimistis penggunaan transaksi digital di Kepri akan semakin masif seiring meningkatnya literasi masyarakat. "Masyarakat kita gesit dan cepat beradaptasi. Setelah tahu bahwa QRIS itu mudah, murah, cepat, dan aman - sesuai slogannya - mereka langsung bisa memanfaatkannya," tambahnya.

Ia juga mengajak media massa menjadi agen sosialisasi untuk memperluas adopsi QRIS. Menurut Aries, sejumlah kabupaten/kota sudah menerapkan QRIS untuk pembayaran pajak, dan penerapannya mulai merambah pasar tradisional serta sektor transportasi.

Terkait kendala jaringan di wilayah kepulauan, Aries menyebut pemerintah provinsi terus memperluas infrastruktur telekomunikasi. "Beberapa BTS sudah dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah pusat. Daerah yang blank spot tinggal sedikit dan terus kita upayakan penuntasan. Kita juga sudah mengusulkan ke Kementerian Kominfo agar daerah lemah sinyal segera ter-cover," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, memaparkan, sepanjang 2024 volume transaksi QRIS di Kepri tumbuh 117 persen dengan nilai Rp 5,01 triliun. Hingga pertengahan 2025, nilainya sudah mencapai Rp 4,14 triliun.

"Melihat tren ini, kami yakin target tahun ini akan melampaui capaian 2024. Dari 9 juta transaksi tahun lalu, kami harapkan bisa menembus 50 juta transaksi pada 2025," kata Rony.

Rony menambahkan, QRIS memudahkan akses layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku UMKM, termasuk untuk transaksi lintas negara. "Pada 2024, transaksi QRIS dengan Malaysia mencapai 7,83 juta kali. Tahun ini, hingga pertengahan tahun, sudah 9,6 juta transaksi. Sementara dengan Singapura, dari 1,8 juta transaksi tahun lalu, kini sudah 2,83 juta," ungkapnya.

Ke depan, BI berencana memperluas kerja sama pembayaran digital ke negara lain, seperti Thailand dan Arab Saudi. "Kemudahan pembayaran ini akan membuat wisatawan semakin nyaman berbelanja, berkuliner, dan menikmati Kepri," pungkas Rony.

Editor: Gokli