Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Transaksi QRIS di Kepri Tembus Rp 4,14 Triliun, BI Optimistis Pecahkan Rekor Baru 2025
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 11-08-2025 | 15:28 WIB
AR-BTD-4658-QRIS.jpg Honda-Batam
Pembukaan Pekan QRIS Nasional 2025 Merdeka Competition di food street Nagoya Hill Mall Batam, Senin (11/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Nilai transaksi digital melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, nilainya telah mencapai Rp 4,14 triliun, mendekati total capaian sepanjang 2024 yang sebesar Rp 5,01 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan optimisme bahwa capaian transaksi tahun ini akan memecahkan rekor baru di atas Rp 6 triliun. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka acara Pekan QRIS Nasional 2025 Merdeka Competition di food street Nagoya Hill Mall Batam, Senin (11/8/2025).

"Melihat tren ini, kami yakin target transaksi tahun ini akan melampaui capaian 2024. Dari 9 juta transaksi tahun lalu, kami harapkan bisa menembus 50 juta transaksi pada 2025," ujar Rony.

Sepanjang 2024, volume transaksi QRIS di Kepri tumbuh 117 persen dengan nilai mencapai Rp 5,01 triliun. Lonjakan serupa terjadi pada transaksi lintas negara. BI mencatat, pada 2024 transaksi QRIS dengan Malaysia mencapai 7,83 juta kali dan meningkat menjadi 9,6 juta transaksi hingga pertengahan tahun ini. Sementara itu, dengan Singapura, dari 1,8 juta transaksi tahun lalu, kini sudah menembus 2,83 juta.

Menurut Rony, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengakses layanan keuangan. Dalam acara tersebut, BI Kepri juga menggandeng puluhan pelaku UMKM binaan BI dan perbankan nasional lainnya.

Selain itu, BI Kepri berencana memperluas kerja sama pembayaran digital ke Thailand dan Arab Saudi. Rony meyakini langkah tersebut akan membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif di Kepri.

"Kemudahan pembayaran ini akan membuat wisatawan semakin nyaman berbelanja, berkuliner, dan menikmati Kepri," pungkasnya.

Editor: Gokli