Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah Indonesia 2025, Dorong Integrasi Sains, Teknologi dan Nilai Keislaman
Oleh : Redaksi
Sabtu | 09-08-2025 | 13:08 WIB
Kick-off-OMI-2025.jpg Honda-Batam
Kick off OMI 2025 berlangsung di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Bandung - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama meluncurkan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, ajang kompetisi sains dan riset berskala nasional yang digelar secara daring mulai Agustus hingga November 2025. Kick off OMI 2025 berlangsung di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025).

Tahun ini, OMI mengintegrasikan dua agenda besar: Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang telah ada sejak 2012 dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018.

Mengusung tema 'Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global', OMI 2025 diharapkan menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi, melahirkan inovasi, dan menorehkan prestasi, dengan menjunjung tinggi kejujuran serta integritas.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan ajang ini tidak hanya menjadi ruang unjuk prestasi akademik, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan spiritualitas. "Melalui Olimpiade ini, kita ingin menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya ilmuwan muda yang unggul dalam sains, teknologi, dan humaniora," ujarnya, demikian dikutip laman Kemenag.

Ia menjelaskan, OMI mengedepankan integrasi nilai-nilai keislaman dalam sains dan riset, sehingga ilmu pengetahuan dilihat sebagai bagian dari ibadah dan pengembangan diri sesuai ajaran Islam. "Tidak kalah penting, budaya lokal juga diintegrasikan sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkaya perspektif ilmiah murid," tambahnya.

Suyitno menyebut, ajang ini menjadi peluang strategis untuk menjaring bibit unggul Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia yang kelak akan mewakili bangsa dalam kompetisi internasional di bidang sains dan keislaman.

Selain kompetisi, OMI 2025 juga menghadirkan kuliah umum bertema 'Sejarah Keemasan Sains Islam' yang mengulas kontribusi tokoh-tokoh Islam seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Biruni, guna menginspirasi lahirnya generasi ilmuwan baru yang berilmu, beriman, dan peka terhadap tantangan global.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan OMI memberikan ruang kolaborasi bagi siswa untuk mengasah bakat, minat, dan keterampilan di bidang sains serta riset. "Melalui ajang ini, siswa madrasah diharapkan mampu meningkatkan inovasi, kreativitas, pola pikir kritis dan analitis, memperteguh akhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan kompetisi --baik bidang sains maupun riset-- akan dilaksanakan secara daring, sementara puncak OMI tingkat nasional berlangsung secara luring di Provinsi Banten pada 2-6 November 2025. "Kick off hari ini menjadi awal perjalanan OMI 2025 yang kami harap dapat melahirkan generasi unggul dan berdaya saing global," tandasnya.

Kick off OMI 2025 dihadiri jajaran pimpinan Ditjen Pendis, Direktur KSKK Madrasah, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, perwakilan Puspresnas, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, serta kepala madrasah se-Jawa Barat. Secara daring, acara ini juga diikuti para kepala Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia.

Editor: Gokli