Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BEI Catat Kapitalisasi Pasar Terbesar di ASEAN, Didukung Lonjakan Investor dan Ketahanan Ekonomi
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 08-08-2025 | 12:48 WIB
IDX4.jpg Honda-Batam
Fikrian Naufal Hardiatmojo, peneliti Unit Kajian dan Analisis Ekonomi, Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia, saat menerima kunjungan tim OJK Sumbagut di Kantor BEI, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan kapitalisasi pasar senilai US$ 807,18 miliar per 31 Juli 2025, menjadikannya yang terbesar di kawasan ASEAN. Capaian ini mengungguli Singapura (US$ 509,95 miliar) dan Thailand (US$ 464,02 miliar), sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pasar modal regional.

Data tersebut disampaikan oleh Fikrian Naufal Hardiatmojo, peneliti Unit Kajian dan Analisis Ekonomi, Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia, saat menerima kunjungan tim OJK Sumbagut di Kantor BEI, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Menurut Naufal, ketahanan ekonomi domestik, kebijakan strategis pemerintah, dan peningkatan jumlah investor menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar modal nasional. "Program Dana Abadi (sovereign wealth fund), alokasi investasi dari institusi pemerintah, dan inovasi instrumen investasi akan terus memperkuat likuiditas pasar," ujar Naufal.

Berdasarkan data World Federation of Exchanges (WFE), BEI menempati posisi kedua di ASEAN dalam jumlah emiten dengan 954 perusahaan, di bawah Malaysia yang memiliki 1.059 emiten. Sementara itu, jumlah investor domestik melonjak menjadi 17.426.848 orang atau 6,14 persen dari populasi, jauh di atas Filipina (1,66 persen) meski masih di bawah Vietnam (10,17 persen).

Naufal menegaskan, prospek pasar modal Indonesia tetap menjanjikan, namun tidak terlepas dari ancaman eksternal seperti perang dagang, risiko resesi, tren suku bunga tinggi (higher for longer), dan ketegangan geopolitik.

Hingga Juli 2025, sektor energi (IDXENERGY) menjadi penggerak utama dengan kenaikan 153,49 persen (year-to-date), disusul sektor barang baku (IDXBASIC) 24,08 persen dan sektor keuangan (IDXFINANCE) 7,28 persen. "Sebaliknya, sektor kesehatan (IDXHEALTH) dan teknologi (IDXTECHNO) masing-masing melemah 2,04 persen dan 4,08 persen," ungkapnya.

Editor: Gokli