Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen pada Triwulan II-2025, Pemerintah Perkuat Strategi untuk Semester Berikutnya
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 08-08-2025 | 11:28 WIB
3-menko.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, menggelar konferensi pers usai sidang kabinet paripurna di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2025, menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan G20 dan ASEAN.

Data pemerintah juga menunjukkan penyerapan tenaga kerja meningkat signifikan sebesar 3,59 juta orang dalam periode Februari 2024 hingga Februari 2025.

Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025), memberikan arahan untuk menjaga momentum tersebut di semester II-2025. Arahan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna.

"Bapak Presiden juga melihat bahwa daya saing itu menjadi penting. Dan kita bersaing dengan berbagai negara. Oleh karena itu, kemudahan perizinan berusaha harus segera didorong. Pemerintah telah mengeluarkan PP terkait kemudahan perizinan dengan metode fiktif positif. Ini perlu disosialisasikan agar sistem perizinan di OSS bisa berjalan dengan baik," kata Airlangga, demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Pemerintah menargetkan peningkatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat melalui program investasi, ekspor berbasis kawasan, serta penguatan sektor riil. Salah satu langkah yang diambil adalah peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai pelengkap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema kredit bersifat revolving ini menyasar kontraktor UMKM untuk mendorong konsumsi.

Selain itu, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk pembelian rumah hingga Rp 2 miliar diperpanjang hingga akhir 2025.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan dan mendorong percepatan produksi sektor padat karya agar produksi dapat diakselerasi hingga akhir tahun. "Kalau terkait APBN 2026 akan dibahas tersendiri dan disampaikan Presiden pada 15 Agustus. Arahan Bapak Presiden, seluruh program non-anggaran harus terus didorong. Investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi selanjutnya," ujar Airlangga.

Pemerintah optimistis target investasi Rp 1.900 triliun pada 2025 dapat tercapai, mengingat realisasi semester I-2025 sudah menunjukkan hasil positif. Di sektor pariwisata, Presiden Prabowo menekankan kemudahan akses ke pelabuhan internasional dan bandara di destinasi wisata, serta keberlanjutan penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP Mandalika dan F1 Powerboat Danau Toba untuk mendongkrak daya saing dan ekonomi daerah.

Sidang kabinet paripurna tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi.

Editor: Gokli