Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Ekspor Pangan, Fokus pada Ayam dan Produk Pertanian
Oleh : Redaksi
Rabu | 06-08-2025 | 12:08 WIB
Wamen-Roro.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan dagang dengan Singapura, khususnya di sektor pangan. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, dan CEO Singapore Food Agency (SFA), Damian Chan Chee Weng, di Singapura pada Senin (4/8/2025).

Wamendag Roro menyampaikan apresiasi atas dukungan SFA yang sejak 2023 telah membuka akses pasar bagi produk ayam dan telur asal Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberi kontribusi positif bagi nilai ekspor nasional.

"Kami sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin, khususnya untuk komoditas ayam dan telur. Kami optimis ekspor komoditas ini akan terus meningkat dan berkelanjutan," ungkap Roro, dalam keterangan pers.

Ia juga mengungkapkan bahwa ekspor sejumlah produk pangan Indonesia ke Singapura menunjukkan tren beragam. Komoditas seperti sayur, kakao, dan hasil peternakan mengalami pertumbuhan signifikan, meskipun terdapat fluktuasi pada buah-buahan, kopi, dan teh.

Singapura Dorong Diversifikasi dan Standar Ketat Produk Pangan

Sementara itu, CEO SFA Damian Chan menekankan bahwa Singapura tengah berupaya melakukan diversifikasi sumber pangan demi memperkuat ketahanan nasional. Indonesia menjadi salah satu mitra strategis dalam agenda tersebut.

"SFA terbuka untuk menjajaki pemasok baru dari Indonesia, selama mampu memenuhi standar dan regulasi ketat Singapura. Saat ini, terdapat tiga peternakan dari JAPFA di Bintan yang sudah memasok ayam ke Singapura," jelas Damian.

Ia menambahkan, produk pangan merupakan kategori dengan regulasi tinggi karena menyangkut kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Singapura akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas eksportir Indonesia agar dapat memenuhi standar kualitas yang berlaku.

SFA juga menyatakan kesiapan menggelar lokakarya bersama Kementerian Pertanian RI untuk mempermudah eksportir dalam memahami regulasi Singapura, terutama dalam ekspor buah dan sayuran.

Peran Forum WG on Agriculture

Dalam mendukung sinergi perdagangan, kedua pihak sepakat untuk mengoptimalkan peran Working Group on Agriculture (WG on Agriculture) sebagai forum koordinasi tahunan. Forum ini menjadi wadah komunikasi antara SFA dan kementerian/lembaga di Indonesia dalam memfasilitasi ekspor-impor produk pangan.

"WG on Agriculture diharapkan bisa menjadi jembatan penguatan kerja sama sektor pangan antara Indonesia dan Singapura, terutama dalam mendukung diversifikasi produk yang diimpor Singapura," ujar Damian.

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Singapura dalam memperluas sumber pangan dari 187 negara dan wilayah di dunia. Di sisi lain, Indonesia memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat daya saing produk pangan nasional di pasar regional.

Editor: Gokli