Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepri Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumbagut, Industri dan UMKM Jadi Penopang Utama
Oleh : Aldy
Selasa | 05-08-2025 | 11:08 WIB
OJK-Update.jpg Honda-Batam
Media gathering OJK Pusat bersama media se-Sumatra di Hotel Kebayoran Park, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025) malam. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada triwulan I tahun 2025.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ekonomi Kepri tumbuh sebesar 5,16 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui provinsi lain di kawasan tersebut.

Informasi ini disampaikan dalam acara media gathering OJK Pusat bersama media se-Sumatra di Hotel Kebayoran Park, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025) malam. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat 4,67 persen, Sumatera Barat 4,65 persen, Aceh 4,60 persen, dan Riau 4,53 persen.

Koordinator OJK Sumbagut sekaligus Kepala OJK Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, mengungkapkan sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama laju ekonomi Kepri. Sektor ini menyumbang 42,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Industri pengolahan tumbuh sebesar 7,30 persen, sementara sektor perdagangan mengalami lonjakan signifikan hingga 10,84 persen. Pertumbuhan sektor akomodasi yang mencapai 10,82 persen juga turut menopang, terutama karena meningkatnya kunjungan wisatawan ke Batam dan Bintan," jelas Khoirul.

Namun, ia mencatat bahwa tidak semua sektor mencatatkan hasil positif. Sektor informasi dan komunikasi mengalami kontraksi sebesar -2,44 persen, menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh negatif di Kepri.

Menurut Khoirul, capaian ini menunjukkan bahwa Kepri terus memainkan peran strategis sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Sumbagut, berkat kekuatan sektor manufaktur, perdagangan, dan pemulihan pariwisata pascapandemi.

(ki-ka) Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya; Kepala OJK Aceh, Daddy Peryoga; Kepala OJK Riau, Triyoga Laksito; Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien; Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra; dan Deputi Direktur OJK Sumut (moderator), Yovvi Sukandar, dalam Media gathering OJK Pusat bersama media se-Sumatra di Hotel Kebayoran Park, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025) malam. (Foto: Aldy)

Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, turut menambahkan sektor jasa keuangan juga memiliki kontribusi penting terhadap kinerja ekonomi Kepri. "Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana terus meningkat di Kepri. Ini menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor riil," ujarnya.

OJK Kepri juga aktif mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga jasa keuangan, baik melalui pameran maupun kolaborasi bersama pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Sinar menyoroti adanya program kredit berbunga 0 persen dari Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam, yang ditujukan untuk pelaku usaha pemula. "Kami mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas ini agar tidak lagi terjebak dalam jeratan pinjaman dari rentenir," tegasnya.

Selain pembiayaan, sektor jasa keuangan juga aktif dalam peningkatan kapasitas UMKM. Salah satu bank swasta, kata Sinar, akan menyelenggarakan pelatihan sertifikasi halal untuk pelaku UMKM kuliner. "Bahkan, para pelaku usaha ini akan dibekali pelatihan dari Food Security Agency Singapura untuk membuka peluang ekspor produk mereka," tuturnya.

Tak hanya itu, dalam mendorong inklusi keuangan, Pemprov Kepri juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan petani. Langkah ini diambil untuk memberi perlindungan sosial, termasuk santunan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan kerja di laut maupun saat dirawat di rumah sakit.

Editor: Gokli