Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inflasi Kepri Juli 2025 Lebih Rendah dari Nasional, Cabai Merah dan Santan Tekan Kenaikan Harga
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 02-08-2025 | 12:08 WIB
AR-BTD-4720-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Inflasi Kepri Juli 2025 lebih rendah dari nasional. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi sebesar 0,19 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2025, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,30 persen.

Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kepri tercatat sebesar 1,97 persen, juga masih di bawah rata-rata nasional sebesar 2,37 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan pencapaian ini mencerminkan inflasi Kepri yang tetap terjaga dan masih berada dalam rentang target nasional, yakni 2,5+/-1 persen. "Inflasi Kepri masih dalam sasaran yang ditetapkan secara nasional. Ini menunjukkan upaya pengendalian harga yang cukup efektif," ujar Rony dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2025).

Batam Catat Inflasi 0,15 Persen, Karimun Alami Deflasi Tahunan

Rinciannya, Kota Batam mencatat inflasi bulanan sebesar 0,15 persen, dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,30 persen. Sementara itu, Tanjungpinang mengalami inflasi bulanan 0,19 persen, dan Kabupaten Karimun mencatat inflasi 0,46 persen. Namun secara tahunan, Karimun justru mengalami deflasi sebesar -0,40 persen.

Rony menjelaskan inflasi di Kepri terutama disumbang oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,14 persen. Kelompok lain yang turut mendorong inflasi adalah pakaian dan alas kaki, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, masing-masing menyumbang 0,01 persen.

Bawang Merah dan Daging Sapi Picu Kenaikan Harga

Beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulan Juli antara lain bawang merah (0,05 persen), daging sapi (0,03 persen), ikan tongkol (0,03 persen), cabai rawit (0,03 persen), dan telur ayam ras (0,02 persen).

Sebaliknya, sejumlah komoditas mencatat penurunan harga yang cukup signifikan, seperti cabai merah, santan segar, dan sawi hijau yang masing-masing menyumbang deflasi sebesar -0,03 persen. Daging ayam ras turut memberi andil deflasi sebesar -0,02 persen, serta sepeda motor sebesar -0,01 persen.

BI dan Pemda Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi

Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga, khususnya komoditas pangan, guna menjaga kestabilan inflasi dan daya beli masyarakat. "Kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga, sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Rony.

Editor: Gokli