Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Fokus Perkuat Transformasi Digital dan Infrastruktur

Telkom Bukukan Pendapatan Rp 73 Triliun pada Semester I-2025
Oleh : Irwan Hirzal
Jum\'at | 01-08-2025 | 15:28 WIB
AR-BTD-4630-Telkom.jpeg Honda-Batam
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja solid sepanjang semester I-2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 73 triliun.

Di tengah tantangan ekonomi makro dan melemahnya daya beli masyarakat, Telkom tetap konsisten memperkuat fundamental perusahaan melalui akselerasi transformasi digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan kecepatan eksekusi transformasi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri yang kompetitif. "Kami percaya kecepatan dalam mengeksekusi transformasi adalah kunci memenangkan pasar digital saat ini. Kami juga terus memperkuat tata kelola perusahaan dan budaya kerja Digital Ways of Working untuk menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8/2025).

Pada semester pertama 2025, Telkom mencatatkan EBITDA sebesar Rp 36,1 triliun dengan margin 49,5%. Laba bersih tercatat Rp 11 triliun dengan margin 15%.

Lini bisnis Data, Internet, dan IT Services menjadi penyumbang utama pendapatan, mencapai Rp 42,5 triliun. Sementara segmen Network dan Layanan Telekomunikasi lainnya mencatat pertumbuhan 9,8% (YoY) menjadi Rp 7,5 triliun, ditopang oleh solusi pembayaran, jaringan, dan satelit. Pendapatan dari interkoneksi juga meningkat 2,4% menjadi Rp 5 triliun, didorong oleh kenaikan trafik international wholesale voice.

Anak usaha Telkom, Telkomsel, menyumbang pendapatan sebesar Rp 53,8 triliun. Pendapatan dari bisnis digital menyumbang 90,6% dari total pendapatan seluler, menegaskan fokus pada layanan digital yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Trafik data Telkomsel melonjak 20,1% menjadi 11,7 juta TB. Di sisi lain, pelanggan IndiHome B2C tumbuh 10% (YoY) menjadi 10,1 juta pelanggan, sementara total pelanggan B2C dan B2B mencapai 11,3 juta pelanggan. Pendapatan IndiHome tumbuh stabil sebesar 0,5%.

Perluasan infrastruktur jaringan pun terus dilakukan. Hingga Juni 2025, Telkomsel mengoperasikan 280.434 BTS, terdiri atas 229.214 BTS 4G dan 2.537 BTS 5G.

Pendapatan segmen Enterprise mencapai Rp 10 triliun, dengan fokus pada Cloud, Digital IT Services, dan Cybersecurity. Telkom juga menjalin kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan teknologi global untuk memperluas digitalisasi sektor pemerintah, large enterprise, dan UKM melalui IndiBiz.

Segmen Wholesale dan International mencatatkan pendapatan Rp 9,7 triliun, tumbuh 4,7% (YoY) seiring pertumbuhan layanan suara internasional dan bisnis infrastruktur digital.

Telkom juga mempercepat pengembangan entitas infrastruktur fiber optik, Infranexia, sebagai platform pertumbuhan strategis dalam mendukung efisiensi operasional dan konektivitas nasional.

Anak usaha Telkom di bisnis menara, Mitratel, membukukan pendapatan Rp 4,6 triliun, tumbuh 2,2% (YoY). Mitratel kini mengelola 39.782 menara dan mencatatkan 1.039 tenant baru selama paruh pertama 2025, dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,53x.

Untuk bisnis data center dan cloud, pendapatan mencapai Rp 921 miliar. Telkom mengoperasikan 35 data center berkapasitas 44 MW serta 2.420 rack edge data center, tersebar di 30 lokasi domestik dan 5 internasional. Anak usaha NeutraDC mencatat tingkat utilisasi kapasitas mencapai 76%, melayani berbagai sektor termasuk pemerintah, perbankan, dan penyedia cloud global.

Realisasi belanja modal (capex) TelkomGroup pada semester I 2025 sebesar Rp 9,5 triliun atau 13% dari total pendapatan, turun 18,7% secara tahunan. Lebih dari 50% capex dialokasikan untuk infrastruktur konektivitas digital seperti jaringan fiber optik, menara, satelit, dan kabel laut. Sisanya digunakan untuk mendukung pengembangan platform digital, termasuk data center dan layanan cloud.

Dengan pendekatan belanja berbasis pengembalian investasi, Telkom menegaskan komitmennya untuk membangun infrastruktur digital yang kuat dan inovatif dalam mendukung transformasi digital Indonesia.

Editor: Gokli