Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Promosikan Produk Ekspor Lewat Pertemuan Bisnis di AS Jelang Trade Expo Indonesia 2025
Oleh : Redaksi
Jumat | 01-08-2025 | 10:08 WIB
TEI-2025.jpg Honda-Batam
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. menggelar pertemuan bisnis bertajuk 'Unlocking Trade and Investment Opportunities with Indonesia' pada 15 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi dan diplomasi ekonomi Indonesia, sekaligus menggaet lebih banyak pelaku usaha Amerika Serikat (AS) untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkenalkan potensi produk unggulan Indonesia dan membangun jejaring bisnis.

"Indonesia terus menarik minat pelaku usaha AS. TEI memberi akses langsung untuk menjalin kemitraan bisnis dengan pelaku usaha lokal dan mengeksplorasi sektor-sektor unggulan seperti manufaktur, makanan-minuman, tekstil, furnitur, hingga ekonomi digital," ujar Ranitya, demikian dikutip laman Kemendag.

Ia menegaskan bahwa TEI merupakan platform perdagangan terbesar di Indonesia yang menawarkan forum bisnis, business matching, serta peluang kerja sama konkret.

Pertemuan ini dibuka oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington D.C., Ida Bagus Made Bimantara, yang menekankan pentingnya penguatan hubungan bilateral di tengah dinamika global. Ia menegaskan komitmen KBRI dalam mendorong promosi perdagangan dan investasi.

"Kami ingin kerja sama ekonomi Indonesia-AS terus meningkat ke level yang lebih tinggi. Kegiatan seperti ini akan digelar secara berkala untuk menjembatani pelaku usaha kedua negara," tutur Ida Bagus.

Kegiatan ini juga menggandeng Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York, Bank Indonesia New York, serta Asian American Chamber of Commerce (AACC).

Direktur IIPC New York, Tessal Maharizky Febrian, menyatakan Indonesia kini menawarkan iklim investasi yang semakin kompetitif. Menurutnya, berbagai insentif dan reformasi regulasi telah disiapkan pemerintah untuk menarik investor global.

"Kami fokus membuka peluang investasi di sektor hilirisasi, ekonomi digital, energi terbarukan, dan manufaktur ekspor," ujar Tessal.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Bank Indonesia New York, Tisna Irawan, menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi sebagai fondasi iklim usaha. "Bank Indonesia tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga aktif mendorong ekspor dan mendampingi pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar global," jelas Tisna.

Presiden AACC, Cindy Shao, dalam kesempatan itu mengumumkan rencana misi dagang ke Indonesia bertepatan dengan TEI 2025. Delegasi AACC juga dijadwalkan mengunjungi provinsi-propinsi prioritas seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali untuk menjajaki potensi investasi daerah.

"Kami menyambut baik inisiatif ini. Ini adalah peluang emas untuk memahami pasar Indonesia dan membangun kemitraan jangka panjang," ucap Cindy.

Menanggapi hal itu, Ranitya menyatakan dukungannya dan menilai misi dagang ini sangat strategis dalam menghadapi kebijakan perdagangan global yang terus berubah. "Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk memperluas akses pasar global lewat produk berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah," pungkasnya.

Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat sebesar USD 38,56 miliar. Ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 26,54 miliar, menjadikan negara tersebut pasar ekspor terbesar kedua setelah Tiongkok. Produk utama ekspor Indonesia ke AS antara lain alas kaki, tekstil, furnitur, karet, dan peralatan elektronik.

Di sisi lain, AS juga menjadi salah satu investor asing utama di Indonesia, terutama di sektor energi, manufaktur, dan ekonomi digital.

Editor: Gokli