Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

LKS Nasional 2025 Jadi Wadah Cetak Talenta Masa Depan, Siap Hadapi Era Digital
Oleh : Redaksi
Rabu | 30-07-2025 | 11:48 WIB
LKS-Dikmen-2025.jpg Honda-Batam
Pembukaan LKS Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) ke-33 Tahun 2025 yang digelar di Depok, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). (Foto: Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Depok - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi pembelajar sepanjang hayat yang inovatif dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Hal ini disampaikan dalam pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) ke-33 Tahun 2025 yang digelar di Depok, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan LKS tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan teknis, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan karakter, mengasah cita-cita, dan membentuk kompetensi anak bangsa yang tangguh menghadapi perubahan zaman.

"Tahun ini, partisipasi LKS semakin inklusif. Siswa SMA dan MA kini dapat ikut serta di LKS Dikmen, begitu pula siswa SMK dapat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ini adalah pendekatan berbasis minat dan bakat, yang memberi ruang setara bagi seluruh siswa untuk menunjukkan potensinya," jelas Suharti, demikian dikutip laman Kemendikdasmen.

Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat sebanyak 1.318.615 siswa dari seluruh Indonesia telah mendaftar di berbagai ajang talenta nasional, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 1,2 juta peserta.

Kemendikdasmen menyatakan akan terus mendukung pengembangan talenta muda melalui program beasiswa, pembinaan intensif, serta kemitraan dengan dunia industri untuk memastikan kesiapan siswa menghadapi tantangan global.

STEM dan AI Masuk Kurikulum, Pendidikan Disiapkan Hadapi Masa Depan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, turut hadir dalam pembukaan LKS dan menegaskan bahwa penguatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) menjadi prioritas utama pemerintah.

"Kita tidak bisa bergantung terus pada sumber daya alam. Masa depan Indonesia ditentukan oleh inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan kita harus mampu melahirkan generasi yang adaptif dan melek digital," terang Fajar.

Ia mengungkapkan bahwa Kemendikdasmen telah menerapkan pelajaran koding dan kecerdasan artifisial dalam kurikulum melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Kebijakan ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran ini untuk membentuk kemampuan berpikir komputasional dan pemecahan masalah sejak dini.

Selain itu, pendekatan deep learning juga ditekankan. Siswa didorong untuk mengaitkan teori dengan kondisi nyata, mengembangkan nalar kritis, dan berpikir secara multidisipliner --kemampuan yang vital dalam dunia kerja masa depan.

Fajar menegaskan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. "Kecerdasan buatan bisa meniru pengetahuan, tapi tak akan pernah menggantikan empati. Pendidikan kita harus tetap humanis, membentuk manusia yang utuh," ujarnya.

Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Mengakhiri sambutannya, Wamen Fajar mengajak seluruh pihak untuk melihat pengembangan talenta muda sebagai investasi strategis jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Dalam 25 tahun ke depan, anak-anak yang mengikuti pembinaan hari ini bisa menjadi pemimpin republik ini. Cintailah negeri ini, karena negara pun sedang membukakan jalan untuk kalian --melalui beasiswa, dukungan regulasi, dan akses ke universitas terbaik dunia," tutup Fajar.

Dengan semangat kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri, LKS Nasional 2025 menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berkarakter dan siap menjawab tantangan masa depan.

Editor: Gokli