Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menkes Tegaskan Kusta Bisa Disembuhkan, Bukan Kutukan
Oleh : Redaksi
Senin | 28-07-2025 | 14:28 WIB
kusta1.jpg Honda-Batam
Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat kunjungan program eliminasi kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025). (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Bekasi - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan kusta bukanlah penyakit kutukan, melainkan penyakit menular yang bisa disembuhkan sepenuhnya jika terdeteksi sejak awal.

Namun, stigma sosial yang masih mengakar membuat banyak penderita memilih menyembunyikan kondisinya daripada mengakses layanan kesehatan.

"Kusta itu bisa disembuhkan. Obatnya tersedia dan gratis. Tapi karena stigma, orang takut melapor. Takut diejek, dianggap kena kutukan. Akibatnya, kusta terlambat ditemukan, menular, dan bisa menyebabkan disabilitas," ujar Menkes Budi saat kunjungan program eliminasi kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025), demikian dikutip laman Kemenkes.

Ia menjelaskan bahwa kusta tidak mudah menular seperti penyakit pernapasan, seperti COVID-19. Penularan hanya terjadi lewat kontak erat dan berkepanjangan. "Kalau COVID-19, ngomong sebentar saja bisa menular. Tapi kalau kusta tidak begitu. Selama pasien diobati, aman berinteraksi," jelasnya.

Deteksi dini disebut menjadi kunci utama. Jika ditangani sejak awal, kusta bisa sembuh dalam enam bulan. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan skema pencegahan bagi orang-orang terdekat pasien.

"Begitu ada satu kasus, keluarga dekatnya langsung diberi obat pencegahan satu kali minum. Itu sudah cukup untuk memutus rantai penularan," tambah Menkes.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir menyoroti kaitan erat antara kusta dan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya dukungan sosial bagi pasien. "Kusta ini sering menimpa orang miskin. Jangan cuma menyuruh makan bergizi, tapi tidak diberi bantuan. Saya dan Pak Bupati siap beri Rp 1 juta per bulan untuk keluarga pasien, asal benar-benar dipakai untuk beli makanan bergizi," tegas Gubernur Dedi.

Untuk memotivasi petugas kesehatan, ia juga mengusulkan insentif berbasis keberhasilan pendampingan pasien. "Satu bidan atau perawat dampingi lima pasien. Kalau sembuh, kita kasih bonus Rp 10 juta. Jangan cuma bicara pengabdian, tapi tidak dihargai," ujarnya.

Bupati Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang menyampaikan bahwa penguatan pembangunan desa menjadi fokus pemerintah daerah, termasuk dalam pemulihan pasien kusta. "Kami bangun dari desa. Rumah sehat, sanitasi layak, dan lingkungan bersih itu penting. Kalau ada rumah penderita kusta yang tidak layak, akan kami bantu rehabilitasi," jelas Ade.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, mengungkapkan bahwa stigma masih menjadi tantangan utama di lapangan. "Banyak yang malu, takut dijauhi. Padahal obatnya ada, gratis, dan efektif," ujarnya.

Data per Juni 2025 mencatat 121 kasus baru kusta di Kabupaten Bekasi, dengan Case Detection Rate (CDR) sebesar 3,34. Sebagian besar adalah tipe Multibasiler (MB) atau kusta basah. Bahkan, terdapat enam kasus pada anak-anak --indikasi adanya penularan aktif dalam rumah tangga.

Alamsyah menyebut kunjungan Menkes dan Gubernur sebagai momentum penting untuk mengubah persepsi publik sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor. "Ini bukan aib. Justru jadi kesempatan bagi Bekasi untuk tunjukkan kita mampu eliminasi kusta, dengan kolaborasi dari pusat sampai desa," tegasnya.

Saat ini, program eliminasi kusta di Bekasi melibatkan kolaborasi lintas institusi: dari Puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, kader desa, hingga organisasi internasional seperti NLR (No Leprosy Relief). Pemerintah berharap pendekatan terpadu ini dapat mempercepat penghapusan stigma dan mencapai target eliminasi kusta secara nasional.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: