Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jangkau 72 Sekolah, 40 Ribu Siswa di Batam Sudah Terlayani Program MBG
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 22-07-2025 | 16:48 WIB
AR-BTD-4594-Disdik-Batam.jpeg Honda-Batam
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto (tengah). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus meluas. Sekitar 40 ribu siswa sudah terlayani dalam program nasional tersebut. Dinas pendidikan juga turut menggandeng Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama Kota Batam dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyebutkan saat ini MBG telah menjangkau 72 sekolah di 8 kecamatan dengan total 40 ribu siswa penerima manfaat, termasuk dari sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

"Jumlah siswa yang dilayani sekitar 38.200 dari sekolah di bawah Disdik, dan sekitar 2.800 dari Kemenag, seperti MAN dan MTS. Totalnya sudah 40 ribu, dari target kita 57 ribu siswa," jelas Tri Wahyu, saat ditemui usai mengikuti acara rupiah berdaulat Bank Indonesia untuk daerah 3T, di Pelabuhan 99, Batam, Selasa (22/7/2025).

Selain menyasar pelajar, lanjut Tri, MBG juga mewajibkan dapur-dapur SPPG (Sentra Pangan Pendidikan Gizi) yang tersebar di 8 titik untuk melayani balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui kerja sama dengan Posyandu. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MBG ini merupakan kolaborasi lintas instansi.

"Kami melibatkan Dinas Kesehatan, Bepom Kepri, Kodim 0316, Polresta Barelang, dan BGN. Dinas Pendidikan mengoordinasikan agar sekolah-sekolah mendapat pelayanan MBG secara maksimal," ucapnya.

Mengenai rekrutmen SPPG yang belakangan ramai dibicarakan, Tri menyebutkan itu menjadi wewenang penuh dari Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk perekrutan ahli gizi dan akuntan.

Pada kesempatan itu, Tri juga menyinggung soal program subsidi uang sekolah bagi siswa swasta, Disdik Kota Batam menargetkan pendataan selesai 10 hari setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bantuan akan diperluas tidak hanya untuk siswa kelas 1 dan 7, tetapi juga jenjang lebih tinggi jika anggaran mencukupi.

"Setelah pendataan selesai, verifikasi akan dilakukan oleh Dinas Sosial berdasarkan data keluarga tidak mampu, lalu baru disalurkan bantuannya," pungkas Tri.

Editor: Yudha