Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Siapkan Skema Khusus Makan Bergizi Gratis di Sekolah Rakyat
Oleh : Redaksi
Minggu | 20-07-2025 | 14:08 WIB
sekolah_rakyat.jpg Honda-Batam
Ilustrasi (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melaksanakan makan bergizi gratis (MBG) untuk sekolah rakyat. Berdasarkan penjelasan Staf Khusus BGN Redy Hendra Gunawan, untuk sementara MBG sudah menyentuh 848 siswa sekolah rakyat.

"Bersamaan dengan peluncuran sekolah rakyat, BGN secara bertahap telah menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah tersebut. Saat ini, jumlah penerima manfaat dari kalangan pelajar sekolah rakyat mencapai 848 orang," kata Redy, Sabtu (19/7/2025).

Program MBG di sekolah rakyat memiliki skema distribusi yang berbeda dari sekolah umum. Jika sekolah umum hanya mendapatkan satu kali makan siang, peserta didik di sekolah rakyat menerima tiga kali makan yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, serta dua kali kudapan pagi dan sore hari.

BGN saat ini sudah membangun 16 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang digunakan untuk menyalurkan MBG ke sekolah rakyat, dua di antaranya adalah SPPG Margahayu dan SPPG Graha Prima Kencana.

Redy juga menyampaikan perkembangan terbaru pelaksanaan program MBG. Hingga akhir pekan ini, jumlah SPPG yang beroperasi mencapai 2.109 unit, meningkat sebanyak 111 unit sejak Senin (14/7/2025).

Total penerima manfaat program MBG kini mencapai 6.379.433 orang, tersebar di seluruh daerah.

Selain itu, BGN tengah menyiapkan tenaga khusus, yaitu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk menjadi kepala SPPG di berbagai wilayah.

"Sebanyak 30.000 SPPI yang telah menjalani pelatihan intensif selama 6 bulan akan ditugaskan untuk mengawal penyediaan dan distribusi MBG di seluruh provinsi di Indonesia," pungkas Redy.

Diketahui, Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto kini semakin luas, menjangkau inisiatif Sekolah Rakyat yang berfokus pada pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi optimal untuk belajar.

Sejak peluncuran Sekolah Rakyat pada Senin, 14 Juli, Program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah disalurkan secara bertahap.

Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra Gunawan menyampaikan, saat ini ada 848 pelajar Sekolah Rakyat yang telah menjadi penerima manfaat.

Redy menjelaskan, jumlah penerima MBG di Sekolah Rakyat akan terus meningkat. Ini sejalan dengan penambahan jumlah SPPG yang tersedia di berbagai wilayah.

"Mengingat pentingnya akses terhadap makanan bergizi seimbang untuk mendukung proses belajar-mengajar yang optimal, kami akan terus mendorong agar seluruh peserta didik di Sekolah Rakyat segera memperoleh layanan MBG," ujar dia.

Namun, Program MBG di Sekolah Rakyat memiliki skema distribusi yang lebih komprehensif dibandingkan sekolah umum.

Jika sekolah umum hanya mendapatkan satu kali makan siang, peserta didik di Sekolah Rakyat menerima tiga kali makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) serta dua kali kudapan (pagi dan sore).

BGN juga telah memastikan kesiapan infrastruktur untuk pelayanan gizi ini. Berdasarkan pemetaan, saat ini ada 16 SPPG yang siap mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Dua di antaranya, SPPG Margahayu dan SPPG Graha Prima Kencana, telah menjadi percontohan dan melayani ribuan penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

"BGN terus mendorong seluruh pihak penyelenggara SPPG untuk berpegang pada standar operasional yang ketat. Keamanan dan kualitas makanan menjadi prioritas utama agar seluruh penerima manfaat dapat merasakan dampak positif dari Program MBG," tutup Redy.

Editor: Surya