Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Siswa Indonesia Raih Empat Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2025
Oleh : Redaksi
Sabtu | 19-07-2025 | 16:08 WIB
IChO.jpg Honda-Batam
Empat pelajar terbaik Indonesia membawa pulang empat medali dari ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Tangerang - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, tim Indonesia sukses membawa pulang dua medali Perak dan dua medali Perunggu. Kompetisi ini berlangsung pada 5-14 Juli 2025 dan diikuti oleh 354 siswa dari 90 negara.

Empat pelajar terbaik Indonesia yang mewakili Tanah Air dalam kompetisi sains bergengsi tersebut merupakan hasil seleksi dan pembinaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Medali Perak diraih oleh Muhammad Clerisyad Atthahirzi dari SMA Al Wafi IBS Bogor dan Sultan El Shirazy dari SMA Negeri 17 Palembang. Sementara Darren Mikael Chauhari dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta dan Bramantyo Abimanyu dari SMA Labschool Kebayoran Jakarta masing-masing meraih medali Perunggu.

"Delegasi IChO merupakan yang pertama dikirim ke ajang internasional pada tahun ini. Selamat kepada adik-adik atas raihan dua medali Perak dan dua medali Perunggu," ujar Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, demikian dikutip laman resmi Kemendikdasmen, Jumat (18/7/2025).

Irene menjelaskan keempat siswa tersebut telah melewati proses pembinaan intensif dalam tiga tahap, yang disiapkan secara khusus oleh Puspresnas. "Mereka melalui proses panjang, penuh komitmen dan disiplin. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para pembina yang telah dengan sabar mendampingi mereka," tambahnya.

Mewakili Kepala Puspresnas dalam acara penyambutan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kepala Subbagian Tata Usaha Puspresnas, Abdullah Faiz, turut menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi tim IChO Indonesia.

"Prestasi ini sungguh membanggakan. Terima kasih kepada para siswa yang telah berjuang dengan semangat dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," tutur Faiz.

Selama mengikuti kompetisi, para siswa didampingi oleh tim pembina dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri. Deana selaku Koordinator Pembina menyatakan bahwa kompetisi tahun ini berlangsung sangat ketat.

"Persaingannya luar biasa. Tapi Alhamdulillah, anak-anak kita bisa bersaing dan menunjukkan kualitas mereka. Saya yakin ke depan mereka bisa tampil lebih baik lagi," ungkap Deana.

Salah satu peraih medali Perak, Muhammad Clerisyad Atthahirzi, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. "Soal-soalnya menantang sekali. Tapi saya senang dan bersyukur bisa membawa pulang medali Perak. Banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat sejak tahap pembinaan hingga di ajang internasional," ujarnya dengan penuh haru.

Sementara itu, Sultan El Shirazy, yang juga meraih medali Perak, menyampaikan rasa puas atas peningkatan prestasinya dibanding tahun lalu. "Tahun lalu saya meraih medali Perunggu, jadi tahun ini saya menargetkan hasil lebih baik. Walau belum meraih emas, saya tetap bersyukur bisa meraih Perak dan kembali mengharumkan nama Indonesia," kata Sultan.

Sebagai informasi, International Chemistry Olympiad (IChO) merupakan kompetisi tahunan bergengsi bagi pelajar sekolah menengah dari seluruh dunia. Ajang ini menguji pemahaman teori, kemampuan eksperimen, dan kecakapan analisis kimia peserta, sekaligus menjadi wadah kolaborasi global antar generasi muda bidang sains.

Editor: Gokli