Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Marak Beras Oplosan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Periksa Kualitas Beras
Oleh : Irawan
Sabtu | 19-07-2025 | 09:28 WIB
Sultan_Najamudin_b1.jpg Honda-Batam
Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Maraknya peredaran beras oplosan di berbagai daerah, terutama di ritail-ritail modern, membuat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI angkat bicara.

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya pembentukan tim verifikasi khusus oleh pemerintah yang terdiri dari Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional, dan lembaga terkait lainnya.

"Beras dari produsen harus diperiksa kualitas dan takarannya sebelum diedarkan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap komoditas strategis seperti beras," ujarnya saat kunjungan kerja di Surabaya, Jumat (18/7/2025).

Sultan menyatakan, DPD akan melakukan pengawasan ketat terhadap produsen beras di daerah demi melindungi konsumen dari praktik kecurangan tersebut. Langkah pengawasan tersebut merupakan amanah konstitusi.

"Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan seluruh stakeholder pengawasan untuk memastikan praktik oplosan ini tidak terulang," tegasnya.

Sultan juga mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri yang berhasil membongkar jaringan mafia beras oplosan.

Ketua DPD berharap penyelesaian kasus beras oplosan ini bisa dilakukan secepatnya agar tidak memicu kepanikan masyarakat. Ia meminta produsen dan pelaku kecurangan ditindak tegas.

Sejumlah warga di Surabaya mengaku resah atas praktik curang produsen beras oplosan. Joni Prianto, salah satu pelanggan Pasar Wonokromo, mengaku kecewa karena merasa ditipu.

"Kami beli beras mahal, tetapi ternyata oplosan. Harusnya ditarik dan diganti. Pengoplos harus ditindak," keluhnya.

Hal serupa juga dirasakan Dilla, warga lainnya yang merasa kualitas beras tidak sesuai harga. "Dengan harga mahal, seharusnya dapat yang bagus, tetapi ini justru mengecewakan. Kami dirugikan," ujarnya.

Editor: Surya