Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam Didorong Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BP Batam Luncurkan Dashboard Investasi
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 18-07-2025 | 11:08 WIB
AR-BTD-4569-BP-Batam.jpeg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra serta jajaran dalam acara peluncuran Dashboard Investasi dan Duta Investasi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem investasi dan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Jumat (18/7/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Batam harus memainkan peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Dashboard Investasi dan Duta Investasi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem investasi dan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Sejak awal dirancang, Batam memang ditetapkan sebagai kawasan industri, kawasan eksplorasi, dan diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Amsakar di hadapan para mitra dan pemangku kepentingan, Jumat (18/7/2025).

Amsakar menjelaskan meski Batam telah berkembang lebih dari enam dekade, dan mencatat tren pertumbuhan positif sejak 1991, upaya yang lebih progresif tetap dibutuhkan agar kawasan ini mampu bersaing secara global. "Kalau kita bandingkan dengan negara-negara yang memiliki kawasan bebas serupa, kita harus bekerja jauh lebih giat. Kita perlu ikhtiar yang lebih ekstrem agar pertumbuhan dan investasi di Batam benar-benar melesat," ujarnya.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Kebijakan Baru

Dalam empat bulan kepemimpinannya, Amsakar menyebut telah dua kali dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto --menandakan atensi khusus dari pemerintah pusat terhadap Batam. Ia juga mengapresiasi dua regulasi baru, yaitu PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, yang dinilainya sebagai 'hadiah dari Presiden untuk Batam'.

"Pemerintah pusat kini menunjukkan keseriusan tinggi. Ini momentum yang harus kita jawab dengan kerja kolektif," ucapnya.

Regulasi baru tersebut memberikan pelimpahan kewenangan dari 11 kementerian/lembaga ke BP Batam, mencakup 16 sektor dan hampir 2.000 kategori usaha. BP Batam tengah menyusun NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) serta Peraturan Kepala BP Batam untuk memastikan pelaksanaannya.

Dashboard Investasi Jadi Kanal Interaktif

Peluncuran Dashboard Investasi disebut Amsakar sebagai langkah konkret membangun komunikasi dua arah antara pelaku usaha dan BP Batam. Platform ini memungkinkan masyarakat dan investor mengakses data ekonomi secara real-time, sekaligus menyampaikan keluhan atau masukan terkait kebijakan investasi.

"Kami tidak ingin hanya terlihat hebat dalam data. Masalah riil di lapangan juga harus kita selesaikan. Dashboard ini menjadi kanal komunikasi dan perbaikan kebijakan secara terus-menerus," jelasnya.

Selain itu, BP Batam juga memperkenalkan peran Duta Investasi yang akan membantu mempromosikan potensi strategis daerah serta menyosialisasikan regulasi kepada masyarakat.

Capaian dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Batam

Amsakar memaparkan selama empat tahun terakhir, realisasi investasi kumulatif di Batam mencapai Rp 121 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 27,12 persen. Dalam lima tahun mendatang, investasi diproyeksikan menyentuh Rp 304,9 triliun, dengan laju pertumbuhan 12,71 persen.

Dari sisi makroekonomi, Batam menunjukkan kinerja impresif. Setelah mengalami kontraksi ekonomi sebesar -2,5 persen pada 2020 akibat pandemi, pertumbuhan meningkat menjadi 4,75 persen pada 2021, 6,84 persen di 2022, dan 7,04 persen di 2023. Neraca perdagangan 2020-2024 juga mencatatkan surplus sebesar 6,82 miliar USD.

"Ini pencapaian membanggakan, tapi kita tidak boleh puas. Justru sekarang saatnya mempercepat laju reformasi dan investasi," tegas Amsakar.

Batam Disiapkan Sumbang Pertumbuhan Lebih dari Target Nasional

Menutup sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa Batam diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pencapaian target RPJMN, di mana pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

"Kita di Batam harus bisa menyumbang hingga 9,5 persen, bahkan menciptakan lebih dari dua juta lapangan kerja. Ini bukan mimpi, tapi target yang realistis jika semua pihak bekerja sama," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI, proyek usulan BP Batam mendapat tanggapan positif. Saat ini, BP Batam tengah memperjuangkan alokasi anggaran belanja sekitar Rp 5,3 hingga Rp 5,4 triliun di Kementerian Keuangan.

"Dengan semangat kolektif dan dukungan seluruh elemen, saya yakin Batam akan menjadi wilayah yang tidak hanya dihormati, tetapi juga diakui sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Editor: Gokli