Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PPG Kemenag 2025 Catat Kelulusan 99,35 Persen, Tunjukkan Komitmen Peningkatan Kualitas Guru
Oleh : Redaksi
Kamis | 17-07-2025 | 16:08 WIB
Thobib.jpg Honda-Batam
Ketua Panitia Nasional PPG Kemenag, Thobib Al Asyhar. (Foto: Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan hasil kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan 1 Tahun 2025 dengan capaian membanggakan.

Dari 70.215 peserta yang mengikuti Uji Pengetahuan (UP) dan Uji Kinerja (UKIN) dalam Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG) pada 16-19 Mei 2025, sebanyak 69.757 guru dinyatakan lulus, atau setara dengan tingkat kelulusan 99,35 persen.

PPG tahun ini diikuti oleh dua kelompok peserta, yaitu first taker (peserta yang mengikuti ujian untuk pertama kali) dan retaker (peserta yang sebelumnya belum lulus). Tingginya tingkat kelulusan dari kedua kelompok tersebut dianggap sebagai indikator keberhasilan Kemenag dalam meningkatkan kualitas guru di seluruh Indonesia.

"Kelulusan PPG ini merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat. Peserta tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga diuji kompetensinya dalam praktik mengajar di kelas," ujar Subanji, Ketua Panitia Nasional PPG dari Kemendikbudristek, Rabu (16/7/2025), demikian dikutip laman resmi Kemenag.

Ia juga mengapresiasi keseriusan Kemenag dalam menjaga mutu pelaksanaan PPG di lingkungan pendidikan keagamaan. Informasi status kelulusan peserta dapat diakses melalui akun masing-masing di Learning Management System (LMS). Peserta diminta segera masuk ke akun LMS untuk mengetahui status serta mengikuti petunjuk lanjutan sesuai sistem.

PPG Angkatan 1 ini diikuti oleh guru dari berbagai latar belakang bidang studi. Pendidikan Agama Islam menjadi bidang studi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni lebih dari 21.700 guru, disusul Guru Kelas MI dan Fikih. Beberapa bidang mencatatkan tingkat kelulusan di atas 99,5 persen, di antaranya:

  • Bahasa Arab (99,81%)
  • Sejarah Kebudayaan Islam (99,69%)
  • Pendidikan Agama Buddha (99,73%)
  • Guru Kelas RA (99,65%)
  • Pendidikan Agama Kristen (99,47%)
  • Pendidikan Bahasa Indonesia (100%)

Bidang dengan tingkat kelulusan relatif lebih rendah namun tetap tinggi adalah Quran Hadis, yaitu 98,95%.

Tingginya capaian kelulusan juga merata di berbagai rentang usia. Peserta berusia di bawah 30 tahun mencatat kelulusan 99,89%, usia 30-35 tahun sebesar 99,83%, dan usia 35-40 tahun mencapai 99,59%. Bahkan kelompok usia 50-55 tahun mencatatkan kelulusan 99,41%, dan peserta di atas 55 tahun justru mencapai 99,56%. Data ini menegaskan bahwa semangat belajar dan meningkatkan kompetensi tetap menyala di kalangan guru lintas generasi.

Sebanyak 458 peserta, atau 0,65%, dinyatakan belum lulus. Mayoritas disebabkan oleh kendala administratif, seperti tidak mengunggah RPP, video praktik pembelajaran, atau tidak mengisi Surat Konfirmasi Kehadiran (SK). Sebagian kecil lainnya tidak mengikuti ujian karena alasan kemanusiaan, seperti sakit, menjalankan ibadah haji, atau musibah keluarga.

Ketua Panitia Nasional PPG Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengungkapkan capaian tinggi ini tidak hanya mencerminkan angka statistik, melainkan menunjukkan dedikasi para guru dalam membangun profesionalisme. "PPG bukan hanya sarana memenuhi persyaratan administratif untuk sertifikasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan transformasi pedagogis. Sinergi antara panitia, LPTK mitra, dan para peserta menjadi kunci keberhasilan ini," tutur Thobib.

Ia menambahkan, peserta yang menghadapi kendala kemanusiaan akan dipertimbangkan untuk mengikuti ujian susulan yang adil dan manusiawi.

Ke depan, Kemenag berkomitmen melanjutkan pelaksanaan PPG yang berbasis mutu, inklusif, dan berkeadilan. Program ini diharapkan melahirkan guru-guru profesional yang tak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Editor: Gokli