Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tarif Ekspor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen, Prabowo: Kepentingan Rakyat Prioritas Utama
Oleh : Redaksi
Kamis | 17-07-2025 | 11:08 WIB
19-persen.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, setibanya di Indonesia, menggelar konferensi pers pada Rabu (16/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia berhasil menurunkan tarif ekspor produk nasional ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen, usai proses negosiasi intensif antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump pada Rabu (16/7/2025), dan dinilai sebagai keberhasilan penting dalam menjaga akses pasar ekspor Indonesia. Besaran tarif 19 persen tersebut juga tercatat sebagai yang terendah dibanding negara-negara lain di kawasan, seperti Bangladesh (35%), Thailand (36%), Sri Lanka (30%), Malaysia (25%), Brunei (25%), Vietnam (20%), dan Filipina (20%).

"Saya bicara dengan Presiden Donald Trump. Ya, alhamdulillah, perundingannya cukup alot, tapi akhirnya kita capai kesepakatan. Mereka memahami kepentingan kita, kita juga memahami kepentingan mereka. Sekarang, tarifnya dari 32 persen turun jadi 19 persen," ujar Presiden Prabowo setibanya di Indonesia, Rabu (16/7/2025).

Negosiasi Cepat, Komitmen Nasional Tegas

Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh keputusan dalam negosiasi dilakukan dengan mempertimbangkan secara cermat dampaknya terhadap ekonomi nasional, khususnya perlindungan terhadap pekerja Indonesia. "Semua sudah kita hitung dan kita rundingkan. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang utama adalah melindungi pekerja-pekerja kita," tegas Prabowo.

Ia juga menyebut Presiden Trump sebagai mitra negosiasi yang tangguh, namun tetap terbuka terhadap dialog dan kesepahaman yang saling menguntungkan.

Penurunan tarif ini merupakan hasil pertemuan tingkat tinggi yang dipicu oleh surat resmi Presiden Trump pada 7 Juli 2025. Pemerintah Indonesia merespons cepat melalui kunjungan negosiasi lanjutan ke Washington D.C. pada 9 Juli 2025, yang langsung difinalisasi oleh kedua kepala negara.

Hasil Diplomasi Panjang Sejak April

Sebelum kesepakatan ini tercapai, Pemerintah Indonesia telah memulai proses diplomasi sejak April 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama tim negosiasi melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat untuk membuka jalur komunikasi dengan berbagai perwakilan pemerintah setempat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat kemitraan ekonomi bilateral yang strategis. Pemerintah menegaskan akan terus mendorong kerja sama konkret di berbagai sektor dengan AS.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas hubungan dagang melalui diplomasi ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global dan memastikan keterbukaan akses pasar di tengah dinamika perdagangan internasional.

Editor: Gokli