Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sosialisasi Cegah Bullying di SMP Cahaya Meral, Polisi: Jangan Anggap Remeh, Ini Bisa Berujung Pidana
Oleh : Freddy
Selasa | 15-07-2025 | 13:48 WIB
cegah-bullying1.jpg Honda-Batam
Personel Polres Karimun saat melakukan edukasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah kekerasan, termasuk perundungan (bullying), yang kian marak di kalangan pelajar, pada Senin pagi (14/7/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Polres Karimun gencar melakukan edukasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah kekerasan, termasuk perundungan (bullying), yang kian marak di kalangan pelajar.

Salah satunya digelar di SMP Cahaya Meral, Senin pagi (14/7/2025), dalam bentuk sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Ipda Ivan Iskandar, bersama Bripda Novia Siregar.

Acara yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah ini diikuti oleh para guru Bimbingan Konseling (BK) serta ratusan siswa SMP Cahaya Meral. Dalam pemaparannya, IPDA Ivan menegaskan bahwa bullying bukan sekadar lelucon atau kenakalan remaja, melainkan tindakan yang berbahaya dan dapat memicu trauma mendalam hingga risiko kematian bagi korban.

"Bullying bisa dikenakan sanksi pidana. Jangan dianggap sepele. Kita harus bersama-sama menciptakan sekolah yang aman dan menyenangkan untuk semua," tegas Ipda Ivan di hadapan para pelajar.

Sementara itu, Bripda Novia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan berempati antar-siswa. Ia juga mengajak siapa pun yang menjadi korban atau mengetahui adanya perundungan untuk berani melapor.

"Jangan sampai kita terlambat. Deteksi dini dan perhatian guru bisa menyelamatkan masa depan anak-anak kita," ujar Novia dalam sesi diskusi.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Satreskrim juga mendorong guru-guru BK untuk lebih proaktif menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi dan menangani kasus perundungan sejak awal.

Kegiatan ini disambut antusias oleh Kepala Sekolah dan para guru. Mereka berharap sosialisasi serupa dapat rutin dilaksanakan, tidak hanya di SMP Cahaya Meral, tetapi juga di sekolah lain di wilayah Karimun.

Sosialisasi yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIB berjalan kondusif. Para siswa tampak aktif bertanya dan berdiskusi, mencerminkan besarnya kepedulian generasi muda terhadap persoalan bullying yang kini menjadi isu penting di lingkungan sekolah.

Editor: Gokli