Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Dorong Kemitraan Setara ASEAN-UE, Soroti Pentingnya Solidaritas untuk Gaza
Oleh : Redaksi
Senin | 14-07-2025 | 09:28 WIB
ASEAN-EU.jpg Honda-Batam
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pertemuan ASEAN-EU Post Ministerial Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (11/7/2025). (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan pentingnya menciptakan kemitraan yang setara, adil, dan inklusif antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) demi mengoptimalkan potensi kerja sama kedua kawasan.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pertemuan ASEAN-EU Post Ministerial Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (11/7/2025).

Menlu Sugiono mengapresiasi kemajuan perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang sedang digarap antara UE dan beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Selain bidang ekonomi, ia juga menyoroti berbagai kerja sama yang berjalan antara ASEAN dan UE di sektor pembangunan berkelanjutan dan transisi energi.

"Kita memiliki potensi besar dalam kerja sama ekonomi ASEAN-UE, tetapi hal ini hanya dapat terwujud melalui kebijakan yang saling menguntungkan dan tidak diskriminatif," ujar Sugiono, demikian dikutip laman Kemlu.

Menlu Sugiono mengingatkan pentingnya menghindari kebijakan sepihak yang dapat merugikan salah satu pihak, karena hal tersebut tidak mencerminkan kemitraan strategis antara ASEAN dan UE. Ia juga mendorong agar dialog ASEAN-UE terus diperkuat melalui berbagai mekanisme, seperti Joint Working Group on Palm Oil, Comprehensive Air Transport Agreement, serta peluang kolaborasi dalam kerangka Indo-Pasifik.

Pada kesempatan tersebut, Menlu Sugiono turut mengangkat isu geopolitik, khususnya konflik yang terjadi di Palestina dan Timur Tengah. Ia menegaskan, stabilitas kawasan menjadi faktor penting bagi keberhasilan ekonomi global.

"Indonesia menyambut baik sikap beberapa negara Uni Eropa yang telah menunjukkan dukungan bagi Palestina. Namun, kondisi di Gaza yang belum membaik memerlukan aksi kolektif yang lebih nyata," kata Sugiono.

Ia menilai, situasi di Gaza yang belum tertangani dan lemahnya penegakan hukum serta akuntabilitas internasional dapat mengikis kredibilitas tatanan hukum dunia, bahkan berpotensi memicu konflik di wilayah lain. "Jangan sampai pengabaian terhadap hukum internasional dan kebijakan yang tidak konsisten menimbulkan dampak global yang serius," tambah Sugiono.

Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menekankan bahwa kemitraan ASEAN-UE menjadi jembatan penting yang menghubungkan Asia dan Eropa. "Sebagai dua organisasi kawasan yang paling berhasil di dunia, kita harus terus memperkuat saling pengertian dan bekerja sama untuk mewujudkan dunia yang damai, adil, dan sejahtera," pungkasnya.

ASEAN dan UE resmi menjadi Mitra Strategis sejak 1 Desember 2020. Dalam pertemuan di Kuala Lumpur, UE diwakili langsung oleh HRVP/Menlu UE, Kaja Kallas, yang hadir mewakili 27 negara anggota Uni Eropa.

Editor: Gokli