Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT Timah Komitmen Lestarikan Lingkungan Laut di Provinsi Babel dan Kepri
Oleh : Freddy
Rabu | 02-07-2025 | 18:48 WIB
Timah-Pelestarian1.jpg Honda-Batam
Reklamasi laut yang dilaksanakan PT Timah dengan penenggelaman artificial reef, penanaman mangrove, restocking cumi dan kepiting bakau, pemantauan kualitas air laut dan pemasang penahan abrasi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - PT Timah Tbk berkomitmen melaksanakan pelestarian lingkungan laut yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.

Upaya pelestarian lingkungan laut yang dilaksanakan PT Timah secara berkelanjutan ini telah menjadi bagian dari program reklamasi perusahaan.

Reklamasi laut yang dilaksanakan PT Timah yakni dengan penenggelaman artificial reef, penanaman mangrove, restocking cumi dan kepiting bakau, pemantauan kualitas air laut dan pemasang penahan abrasi.

Sejak tahun 2016-2024,anggota holding industri pertambangan Indonesia MIND, ID, PT Timah telah menenggelamkan 1.475 unit transplantasi karang, fish shelter 3.105 dan menenggelamkan sebanyak 7.680 unit artificial reef, merestocking 40.435 ekor cumi yang dilaksanakan di Bangka Belitung.

Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, bentuk reklamasi yang dilakukan yakni memasang penahan abrasi sebanyak 2.360 meter, menanam mangrove seluas 12,81 hektar dan melakukan restocking kepiting sebanyak 3.800 ekor pada tahun 2017 hingga 2024.

Dalam melaksanakan reklamasi laut, PT Timah berkolaborasi dengan kelompok nelayan, yayasan sayang Babel kite, pemerintah daerah dan POSSI Bangka Belitung.

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika Syari mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan PT Timah untuk melaksanakan reklamasi laut sejak 2017 dengan berbagai kegiatan seperti transplantasi karang, coral garden, fish shelter, atraktor cumi, monitoring terumbu karang, mangrove dan biota laut di Pulau Bangka.

"Reklamasi laut yang dilakukan PT Timah telah menjadi program pertama diterapkan di Indonesia dan program ini menunjukkan bahwa reklamasi laut menjadi kewajiban yang sudah wajib diterapkan di dunia pertambangan dan bisa juga diterapkan pada skala nasional," kata Indra, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung.

Menurut Indra, aktivitas penambangan yang berdampak pada penurunan kualitas perairan laut dan gangguan biota laut harus melakukan program reklamasi laut meskipun kegiatannya berpusat di darat, hal ini sebagai upaya menjaga ekosistem laut.

Indra menjelaskan bahwa artifisial reef yang telah ditenggelamkan PT Timah terbukti dapat menjadi habitat baru bagi biota laut di lokasi penenggelaman dan lokasinya telah menjadi fishing ground baru bagi nelayan yang dapat dikembangkan untuk wisata diving dan memancing

"PT Timah telah menjadi perusahaan yang aktif merestorasi ekosistem laut dengan melakukan program reklamasi laut," ujarnya.

Respandi, nelayan Desa Tanjung Kubu menyebutkan bahwa program reklamasi laut yang dilakukan PT Timah ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh nelayan seperti keberadaan artifisial reef di Perairan Tanjung Kubu telah meningkatkan hasil tangkapan ikan dan pergi melaut juga tidak perlu terlalu jauh.

Departement Head corporate communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan program reklamasi laut yang dilakukan perusahaan tidak hanya untuk menjaga ekosistem laut dan dampak ekologis tapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Program reklamasi laut merupakan langkah proaktif perusahaan dalam menjaga ekosistem laut, dilaksanakan secara berkelanjutan dan diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan ekologis maupun sosial ekonomi masyarakat, ke depan artifisial reef juga diharapkan bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata bawah laut," tutupnya.

Editor: Yudha


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: