Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkes Genjot Program Cek Kesehatan Gratis, Sasar 53 Juta Pelajar di Seluruh Indonesia
Oleh : Redaksi
Rabu | 02-07-2025 | 15:48 WIB
Menkes-Budi5.jpg Honda-Batam
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (30/6/2025). (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan target lebih dari 53 juta siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Program skrining kesehatan ini dijadwalkan mulai digelar pada Juli 2025, mencakup lebih dari 282 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menuturkan, program CKG menjadi salah satu dari tiga prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, bersama pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil dan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).

"CKG ini sudah diluncurkan pertama kali pada 3 Februari tahun ini, dan sampai kemarin sudah ada 11 juta siswa yang menjalani skrining," ujar Budi dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (30/6/2025), demikian dikutip laman Kemenkes.

Secara nasional, Kemenkes menargetkan pelaksanaan 280 juta pemeriksaan kesehatan. Program ini akan dilaksanakan melalui dua jalur utama, yakni Puskesmas dan layanan di sekolah.

"Sekolah ini ada sekitar 250 ribu lebih, dan secara logistik pelaksanaannya lebih masuk akal karena tempatnya tetap dan tidak berpindah-pindah," jelas Budi.

Skrining yang dilakukan akan bervariasi, disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. Pemeriksaan mencakup aspek kesehatan fisik sekaligus kesehatan jiwa. "Tes yang dilakukan berbeda-beda di SD, SMP, dan SMA. Ada pemeriksaan kesehatan fisik, tetapi juga aspek kesehatan jiwa," ungkapnya.

Budi menekankan pentingnya skrining kesehatan jiwa di kalangan pelajar karena masih banyak kasus yang tidak terdeteksi sejak dini, meskipun prevalensinya cukup tinggi.

Saat ini, capaian pelaksanaan CKG sudah mencapai sekitar 200 ribu pemeriksaan per hari. Dengan pelibatan sekolah sebagai lokasi skrining, Budi optimistis jumlah pemeriksaan akan melonjak signifikan.

"Kalau bisa menjangkau setengah dari total anak sekolah, kita optimistis program ini bisa selesai dalam tiga bulan ke depan," ujar Budi penuh optimisme.

Hingga saat ini, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan capaian skrining tertinggi, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat. "Saya harap kalau Jawa Barat meningkat, capaian CKG pasti akan melompat lebih tinggi," tambahnya.

Kemenkes telah melakukan simulasi teknis pelaksanaan sejak Juni 2025 serta mengintensifkan sosialisasi ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Program CKG di sekolah akan dijalankan dengan dukungan dua pilar utama, yakni Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kebutuhan alat pemeriksaan akan dipenuhi melalui kolaborasi kedua pihak.

"Alat-alat pemeriksaan sebagian disediakan Puskesmas, sebagian lagi dipersiapkan di unit kesehatan sekolah," terang Budi.

Ia menambahkan, UKS akan direvitalisasi agar optimal sebagai pusat edukasi kesehatan di sekolah. Budi berharap program ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran pola hidup sehat sejak usia dini.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat sejak dini," pungkasnya.

Editor: Gokli