Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menyiapkan Generasi Penjaga Laut dari Timur Indonesia
Oleh : Redaksi
Kamis | 26-06-2025 | 08:48 WIB
2606_penjaga-laut-timur-1_0348348.jpg Honda-Batam
Membangun generasi unggul konservasi laut melalui pelatihan CoE Taman Perairan Kepulauan Alor Universitas Tribuana Kalabahi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Kalabahi - Universitas Tribuana Kalabahi bersama UPTD Taman Perairan Kepulauan Alor dan WWF-Indonesia kembali menggelar pelatihan Center of Excellence (CoE) Kawasan Konservasi Laut Alor pada 16-21 Juni 2025. Pelatihan yang berlangsung di Kabupaten Alor ini memasuki siklus kedua sejak pertama kali diluncurkan tahun 2022.

Mengusung pendekatan kolaboratif, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelolaan kawasan konservasi di Alor maupun wilayah pesisir lainnya. Sebanyak 27 peserta dari berbagai penjuru Indonesia --dari Alor, Kupang, hingga Bandung dan Kepulauan Riau --ikut terlibat dalam pelatihan yang mengombinasikan 70 persen praktik lapangan dan 30 persen teori.

Bupati Alor, Iskandar Lakamau, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga sumber daya laut sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. "Kelautan adalah masa depan. Ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya, merujuk pada program pembangunan Alor bertajuk Gerbang Timur Kabupaten Alor.

Pelatihan ini menggandeng 19 narasumber dari beragam latar belakang --kelompok nelayan, komunitas budidaya, hingga lembaga adat dan organisasi lingkungan. Praktik langsung dilakukan di lapangan, membahas berbagai tema strategis seperti pengelolaan berbasis komunitas, ekonomi bahari berkelanjutan, pemantauan ekosistem, serta tata kelola konservasi laut dengan pendekatan ekosistem (EAFM dan EAA).

"CoE Alor diharapkan bisa menjadi fondasi kuat dalam mencetak sumber daya manusia yang mumpuni untuk pengelolaan kawasan konservasi laut," ujar Jahved Ferianto Maro, Manajer CoE Universitas Tribuana Kalabahi. Ia menyebut pelatihan ini disusun dengan mengacu pada standar kompetensi nasional (SKKNI) dan skema sertifikasi profesi.

Kusnanto, Project Leader WWF-Indonesia untuk wilayah Lesser Sunda, menyebut pelatihan ini sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan SDM konservasi laut yang berorientasi pada praktik. "Kami mendukung penuh proses belajar berbasis praktik lapangan ini," katanya.

Pelatihan CoE juga mendapat sambutan antusias dari para peserta. Salah satunya, Monika Bataona dari Pokmaswas Sandominggo, Larantuka. "Materi yang saya pelajari sangat relevan, terutama dalam hal pengawasan dan keberlanjutan organisasi kami," katanya.

Hingga kini, 47 orang telah mengikuti program pelatihan CoE Alor. Universitas Tribuana Kalabahi berharap pelatihan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan, bahkan berkembang menjadi rujukan kawasan di tingkat Coral Triangle Initiative.

Editor: Gokli