Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Belajar dari Bogor, Bintan Kembangkan Model Kelola Sampah Berbasis Warga
Oleh : Harjo
Kamis | 26-06-2025 | 08:28 WIB
2606_roby-belajar-sampah_928238.jpg Honda-Batam
Bupati Bintan Roby Kurniawan dan jajaran saat belajar pengelolaan sampah erbasis masyarakat di Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi), Kota Bogor, Rabu (25/6/2025. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Persoalan sampah menjadi tantangan nyata yang terus menghantui daerah-daerah di Indonesia. Tak terkecuali Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipatif, Bupati Bintan Roby Kurniawan melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor, Rabu (25/6/2025. Tujuannya: menyerap pelajaran dari Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi), salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dianggap berhasil.

"Kami datang ke sini sebagai bentuk komitmen untuk terus belajar," ujar Roby di lokasi. Ia menekankan pentingnya menyusun kebijakan berbasis praktik nyata yang telah terbukti berhasil di daerah lain.

Bintan sendiri telah meluncurkan program "Sampah Menjadi Berkah" melalui Dinas Lingkungan Hidup. Program ini mengusung pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan tengah mengembangkan skema Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan konsep Model Raya --model kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain.

Tujuan utama dari pendekatan ini bukan semata mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang bisa membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan kesadaran ekologis warga.

Kunjungan Roby ke TPS3R Mutiara Bogor Raya, yang berlokasi di Katulampa, Bogor Timur, disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Di sana, Roby menyaksikan langsung operasional sistem pengelolaan sampah yang melibatkan warga setempat. Mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemberdayaan komunitas.

"Pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukan lagi wacana. Di Bogor, hal itu telah menjadi kenyataan yang berdampak," ujar Roby.

Ia menyebut aspek kelembagaan, pendanaan, dan strategi pemberdayaan warga sebagai poin penting yang akan dibawa pulang dan disesuaikan dengan konteks Bintan. "Kami ingin membangun sistem yang tak hanya efektif secara teknis, tapi juga punya daya hidup sosial dan ekonomi," ujarnya menutup pernyataan.

Editor: Gokli