Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 8,2 Juta Warga Ikuti Program CKG, Kemenkes Soroti Tiga Masalah Utama Kesehatan
Oleh : Redaksi
Sabtu | 14-06-2025 | 14:48 WIB
CKG.jpg Honda-Batam
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 8,2 juta peserta di seluruh Indonesia. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 8,2 juta peserta di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 12 Juni 2025, tiga masalah kesehatan paling dominan yang ditemukan adalah hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Dari hasil pemeriksaan, satu dari lima peserta terindikasi hipertensi, 5,9 persen mengidap diabetes, dan separuh peserta mengalami masalah gigi, seperti gigi berlubang hingga gusi menurun.

"Masalah kesehatan gigi ternyata sangat tinggi, termasuk saya sendiri baru sadar," ungkap Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, demikian dikutip laman Kemenkes.

"Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah hipertensi, diabetes, dan obesitas, karena ketiganya merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke --penyebab kematian tertinggi di Indonesia."

Menanggapi kondisi tersebut, Budi mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan. "Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa ubah gaya hidup atau mulai pengobatan. Sehat itu investasi. Ini pesan langsung dari Presiden: jaga kesehatan agar rakyat produktif dan Indonesia bisa jadi negara maju pada 2045," tegasnya.

Kementerian Kesehatan juga mencatat tren obesitas sentral yang mengkhawatirkan, dengan prevalensi mencapai 50 persen pada perempuan dan 25 persen pada laki-laki. Kondisi ini tak lagi hanya menyerang lansia, melainkan juga kelompok usia muda. Sebanyak satu dari tiga orang di atas 40 tahun mengalami hipertensi, dan satu dari sepuluh mengidap diabetes.

Sebagai bentuk pencegahan, masyarakat didorong untuk menerapkan pola hidup sehat: mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, serta berlemak, rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit per hari, dan menjaga kebersihan mulut dengan prinsip 4M (menggosok gigi, membatasi gula, memeriksa gigi rutin, dan mengonsumsi buah serta sayur).

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr Endang Sumiwi, menyampaikan program ini telah terlaksana di 9.552 Puskesmas di 38 provinsi. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi penyumbang partisipasi tertinggi, sementara Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan masih mencatat angka terendah.

"Per 12 Juni, pemeriksaan telah menjangkau 200 ribu orang per hari, atau sekitar 4 juta per bulan. Dengan sisa waktu enam hingga tujuh bulan ke depan, kami optimistis target 100 juta pemeriksaan dapat tercapai," terang dr Endang.

Ia juga menambahkan bahwa mulai Juli 2025, Kemenkes akan meluncurkan Program CKG Sekolah yang menyasar siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Pemeriksaan akan difokuskan pada kesehatan anak dan remaja, mulai dari gizi, tumbuh kembang, penglihatan, pendengaran, hingga kesehatan mental.

"CKG bersifat adaptif dan disesuaikan dengan profil risiko individu. Jika ada yang bertanya, 'kenapa saya tidak diperiksa jantung seperti teman saya?', itu karena pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing. Namun, semua peserta tetap mendapat layanan dasar," jelas dr Endang.

Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan program ini melalui Puskesmas terdekat atau mendaftar lewat aplikasi Satu Sehat Mobile. Pemeriksaan CKG bukan sekadar deteksi dini, tetapi langkah awal menuju transformasi pola hidup sehat untuk Indonesia yang lebih kuat.

Editor: Gokli