Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

SPMB Hari Pertama, Disdik Kepri: Peminat SMK Lebih Tinggi dari SMA
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 12-06-2025 | 10:28 WIB
AR-BTD-5619-Disdik-Kepri.jpg Honda-Batam
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, bersama sejumlah Anggota DPRD Kepri, saat meninjau proses penerimaan murid baru di SMAN 3 Batam, Rabu (11/6/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah pendaftar ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih tinggi dibandingkan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada hari pertama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK sederajat yang dimulai Rabu (11/6/2025).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, saat meninjau proses penerimaan murid baru di SMAN 3 Batam. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Kepri, antara lain Ririn Warsiti dari Fraksi Gerindra, Aman dari Fraksi PKB, dan Capt Luther dari Fraksi Gerindra.

"Berdasarkan data sementara yang kami terima secara real time, jumlah pendaftar ke SMK telah mencapai sekitar 6.500 orang. Sementara itu, pendaftar ke SMA baru berkisar di angka 5.400. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap SMK semakin meningkat," ujar Andi Agung di lokasi.

Menurutnya, sistem pendaftaran SPMB tahun ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Di Batam, misalnya, Disdik menerapkan sistem kombinasi daring dan luring untuk menjangkau seluruh calon peserta didik.

Andi juga mengungkapkan bahwa upaya pemenuhan daya tampung sekolah negeri di Batam terus dilakukan. Sebelumnya, tercatat lebih dari 5.000 siswa tidak tertampung di sekolah negeri. "Dengan penambahan sekolah dan ruang belajar, saat ini jumlah siswa yang belum tertampung tersisa sekitar 2.900. Kalau sebagian dari mereka bersedia melanjutkan ke sekolah swasta, maka persoalan kapasitas bisa teratasi," jelasnya.

Ia menegaskan, dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru, Disdik tetap berpedoman pada ketentuan jumlah maksimal siswa dalam satu rombongan belajar (rombel), yaitu 50 siswa per rombel. Untuk jenjang SMA, batas maksimal rombel ditetapkan 12 kelas per jenjang, sedangkan untuk SMK dapat mencapai hingga 72 rombel, tergantung program keahlian.

"Semua disesuaikan dengan data dari Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Prinsipnya, kami ingin memastikan proses penerimaan berjalan optimal dan tidak menimbulkan kendala di masa mendatang," pungkas Andi.

SPMB tahun 2025 akan berlangsung hingga 14 Juni mendatang dan dipantau secara intensif oleh Disdik Kepri guna memastikan kelancaran serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh calon siswa di provinsi tersebut.

Editor: Gokli