Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Resmikan Pabrik Baru Mercedes-Benz, Menperin Dorong Investasi dan Kendaraan Niaga Ramah Lingkungan
Oleh : Redaksi
Kamis | 12-06-2025 | 08:48 WIB
DCVMI.jpg Honda-Batam
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat peresmian pabrik baru PT DCVMI, produsen kendaraan niaga Mercedes-Benz, pada Selasa (10/6/2025) di Kawasan Industri Delta Silicon 8, Cikarang, Jawa Barat. (Foto: Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Cikarang - Industri otomotif Indonesia terus menunjukkan geliat positif meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu sinyal kuatnya adalah peresmian pabrik baru PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI), produsen kendaraan niaga Mercedes-Benz, yang digelar pada Selasa (10/6/2025) di Kawasan Industri Delta Silicon 8, Cikarang, Jawa Barat.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan langkah investasi ini menjadi bukti keyakinan pelaku industri global terhadap prospek Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

"Banyak perusahaan multinasional masih melihat Indonesia sebagai negara dengan prospek manufaktur yang menjanjikan, termasuk di sektor otomotif," ujar Menperin dalam sambutannya, demikian dikutip laman Kemenperin.

Agus mengapresiasi komitmen Daimler Truck AG dan PT DCVMI dalam memperkuat industri otomotif nasional. Menurutnya, kehadiran fasilitas baru ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transformasi menuju kendaraan niaga yang lebih ramah lingkungan.

"Kami berharap PT DCVMI dapat semakin aktif mengembangkan model-model kendaraan niaga hijau, mengingat tren global yang bergerak menuju mobilitas berkelanjutan," imbuhnya.

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 unit per tahun, dan menjadikan PT DCVMI sebagai salah satu dari lima besar produsen kendaraan niaga di Indonesia. Produk unggulan yang akan diproduksi antara lain Mercedes-Benz Axor Trucks dan sasis bus Mercedes-Benz yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar lokal.

Dalam arahannya, Menperin juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan. PT DCVMI akan mengadopsi standar emisi Euro 4 melalui teknologi SCR (Selective Catalytic Reduction) dan penggunaan DEF (Diesel Exhaust Fluid) berbahan dasar urea.

"Kami menyambut baik penerapan standar emisi yang lebih tinggi sebagai dukungan terhadap agenda pemerintah dalam menciptakan industri berkelanjutan," jelasnya.

Menperin juga menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang saat ini rata-rata berada pada angka 28,08 persen. Menurutnya, peningkatan nilai lokal tidak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk mengikuti pengadaan barang pemerintah dan memperoleh insentif fiskal.

"TKDN yang tinggi memperkuat daya saing produk, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor," kata Agus.

Data Kementerian Perindustrian mencatat neraca perdagangan kendaraan niaga Indonesia masih mengalami defisit sebesar USD608,7 juta pada kuartal I 2025. Menjawab hal itu, Menperin berharap pabrik baru DCVMI dapat memperkuat kinerja ekspor dan menekan angka impor kendaraan komersial.

Presiden Direktur DCVMI, Sankaranarayanan Ramamurthi, menegaskan bahwa pembangunan pabrik senilai Rp 500 miliar di atas lahan 15 hektare ini merupakan bentuk komitmen Daimler untuk terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Fasilitas ini bukan sekadar pabrik, tapi perwujudan visi kami untuk membangun ekosistem industri yang kuat dan berkelanjutan. Kami percaya pada masa depan Indonesia dan siap mendukung pengembangan SDM serta rantai pasok lokal," ungkap Sankaranarayanan.

Pabrik ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global. Pemerintah pun berkomitmen terus mendampingi transformasi sektor otomotif nasional menuju era elektrifikasi dan keberlanjutan.

Editor: Gokli