Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Subsidi Disiapkan untuk Siswa Kurang Mampu

Wali Kota Batam Pastikan SPMB 2025 Bebas Pungli dan Transparan
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 04-06-2025 | 16:08 WIB
zero-pungli.jpg Honda-Batam
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Sosialisasi SPMB SD dan SMP Negeri di Kantor Wali Kota, Rabu (4/6/2025). (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 secara bersih, transparan, dan inklusif.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Sosialisasi SPMB SD dan SMP Negeri di Kantor Wali Kota, Rabu (4/6/2025).

"Sudah ada batas maksimal jumlah siswa per rombongan belajar, yaitu 40 siswa untuk SD dan 45 siswa untuk SMP. Jangan ada yang melebihi kuota. Jangan ada pungutan liar. Saya tidak ingin mendengar praktik seperti itu terjadi," tegas Amsakar.

Guna mengantisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Pemko Batam juga menyiapkan jalur alternatif bagi siswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Subsidi biaya pendidikan akan diberikan kepada mereka yang harus melanjutkan sekolah di swasta, yakni sebesar Rp300.000 untuk siswa SD dan Rp 400.000 untuk siswa SMP.

"Tidak boleh ada anak-anak Batam yang tidak bersekolah pada usia wajib belajar. Kita pastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan," ujar Amsakar.

Ia juga mengecam praktik penahanan siswa oleh sekolah swasta akibat tunggakan SPP yang berdampak pada hak siswa mengikuti ujian. Menurutnya, pendidikan adalah hak semua anak dan tidak boleh dihalangi oleh masalah biaya. Selain itu, ia meminta sekolah untuk tidak menggelar acara perpisahan mewah, yang dinilai membebani orang tua murid.

"Cukupkan perpisahan dengan cara yang sederhana dan bermakna. Jangan di hotel atau tempat mahal," tegasnya.

Amsakar turut mengapresiasi peran tenaga pendidik, kepala sekolah, dan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Batam. Ia menyebut penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas kebijakan Pemko Batam ke depan.

"Para kepala sekolah punya peran besar dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia Kota Batam," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Qurniadi, menyampaikan proses SPMB 2025 akan dilaksanakan sesuai jadwal dan kuota yang telah ditetapkan. Untuk jenjang SD Negeri, jalur afirmasi dan disabilitas dibuka 2-10 Juni dengan pendaftaran ulang 17-19 Juni, sedangkan jalur domisili dan mutasi 11-15 Juni, dengan pendaftaran ulang pada tanggal yang sama.

"Tahun ini ada 145 SD Negeri dengan total 419 rombongan belajar, menampung sebanyak 15.636 siswa baru," ujar Qurniadi.

Untuk SMP Negeri, jalur afirmasi dan prestasi dibuka 16-22 Juni dengan pendaftaran ulang 2-4 Juli, sedangkan jalur domisili dan mutasi akan berlangsung 23-30 Juni dengan pendaftaran ulang pada tanggal yang sama. "Total ada 65 SMP Negeri dengan 376 rombongan belajar dan daya tampung mencapai 16.566 siswa baru," jelasnya.

Sebagai bentuk pengawasan, Pemko Batam juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 mengenai pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi dalam pelaksanaan SPMB. Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses penerimaan murid di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dengan kebijakan ini, Pemko Batam berharap pelaksanaan SPMB 2025 dapat berjalan lancar, adil, dan memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Kota Batam.

Editor: Gokli