Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tingkat Kelulusan SD dan SMP di Karimun Capai Hampir 100 Persen, Hanya Lima Siswa Tak Lulus
Oleh : Freddy
Selasa | 03-06-2025 | 10:28 WIB
SDN-karimun.jpg Honda-Batam
SDN 009 di Kabupaten Karimun, yang tingkat kelulusan mencapai 100 persen. (Foto: Freddy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Tingkat kelulusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karimun tahun ajaran 2024/2025 tercatat hampir menyentuh angka sempurna.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, persentase kelulusan mencapai 99,91 persen untuk tingkat SD dan 99,97 persen untuk SMP.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Ivit Ivizal, dalam keterangan resmi pada Selasa (3/6/2025). "Tahun ini tingkat kelulusan SD mencapai 99,91 persen dari 4.344 siswa kelas VI, hanya empat siswa yang tidak lulus. Sedangkan pada jenjang SMP, dari 3.775 siswa kelas IX, hanya satu siswa yang tidak lulus sehingga persentase kelulusannya mencapai 99,97 persen," ujar Ivit Ivizal.

Dijelaskan lebih lanjut, kelima siswa yang tidak lulus tersebut berasal dari beberapa sekolah di wilayah berbeda. Pada jenjang SD, masing-masing satu siswa berasal dari SD Negeri 002 Kuba, SD Negeri 001 Moro, SD Swasta Bina Bangsa Meral, dan SD Swasta Austin Karimun. Sementara itu, satu siswa SMP yang tidak lulus berasal dari SMP Negeri 1 Moro.

Menurut Ivit, faktor utama ketidaklulusan lima siswa tersebut bukan karena prestasi akademik melainkan karena alasan administratif, seperti perpindahan sekolah (mutasi) serta pengunduran diri atau tidak mengikuti ujian akhir. "Kelimanya tidak lulus bukan karena nilai yang rendah, tetapi karena status mereka yang sudah pindah sekolah atau tidak mengikuti ujian. Ini menjadi perhatian kami ke depan agar proses administrasi dan pembinaan siswa bisa lebih maksimal," jelasnya.

Dengan capaian kelulusan yang tinggi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun mengapresiasi kerja keras para tenaga pendidik, siswa, serta dukungan orang tua dalam mendampingi proses belajar mengajar selama satu tahun ajaran.

Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan pendampingan kepada siswa agar tidak ada lagi yang tertinggal dalam proses pendidikan formal.

Editor: Gokli