Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Siswa MAN 1 Medan Raih Medali Perak di Kompetisi Inovasi Internasional WYIE 2025 Malaysia
Oleh : Redaksi
Senin | 02-06-2025 | 11:08 WIB
perak-medali.jpg Honda-Batam
Enam siswa MAN 1 Medan kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional dengan menyabet medali perak dalam ajang bergengsi WYIE 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 29-31 Mei 2025. (Foto: Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Medan - Enam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional dengan menyabet medali perak dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 29-31 Mei 2025.

Tim MAN 1 Medan yang terdiri dari Aisyah Hilmaya Hazimah, Azzuhra Ananda Br. Siagian, Rafid Mizan Ahmad, Myiesha Nafeza Syahna, Cut Fatuzzahra Nazwa, dan Adelila Sakinah Harahap sukses mencuri perhatian juri melalui karya inovatif mereka yang bertajuk Smart Environmental Health Air Tracker (SEHAT). Karya ini merupakan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman.

"Alat ini mampu mendeteksi secara waktu nyata kadar karbon dioksida (CO?), suhu, kelembapan, hingga partikel debu di udara. Data yang dikumpulkan ditampilkan dalam dasbor digital yang mudah diakses oleh warga sekolah sebagai sistem peringatan dini," terang salah satu anggota tim saat diwawancarai panitia, demikian dikutip laman Kemenag.

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi luar biasa yang diraih para siswanya dalam ajang berskala global tersebut. "Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Semoga prestasi ini tidak membuat mereka cepat puas, tetapi menjadi pemicu untuk terus belajar dan berinovasi. Madrasah akan terus mendukung potensi siswa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi," ujarnya.

Ajang WYIE 2025 diikuti oleh 723 peserta dari 15 negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Thailand, Kanada, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, dan Malaysia sebagai tuan rumah. Kompetisi ini menjadi salah satu forum paling prestisius bagi pelajar muda di bidang penemuan dan inovasi teknologi.

Salah satu guru pembimbing tim, Mhd Doni Anggara, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut adalah buah dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi para siswa dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa kini. "Prestasi ini bukan hanya untuk MAN 1 Medan, tetapi juga menjadi kebanggaan dunia pendidikan madrasah di Indonesia. Ini bukti bahwa siswa madrasah bisa bersaing di ranah sains dan teknologi," tegas Doni.

Keberhasilan ini menjadi cerminan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam nilai-nilai spiritual dan akademik, tetapi juga mampu menorehkan kontribusi nyata di bidang sains dan teknologi global. Semangat inovasi para siswa MAN 1 Medan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.

Editor: Gokli