Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ruang Kelas Baru Bantuan Agung Toyota di SMAN 26 Batam Dibangun dari Sampah Plastik Daur Ulang
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 28-05-2025 | 15:48 WIB
AR-BTD-4401-Agung-Toyota-Pemprov-Kepri.jpg Honda-Batam
Peresmian ruang kelas baru ramah lingkungan di SMAN 26 Batam, Rabu (28/5/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan ditunjukkan Agung Toyota melalui pembangunan ruang kelas baru di SMAN 26 Batam yang terbuat dari 2,3 ton sampah plastik daur ulang.

Ruang kelas yang berlokasi di kawasan Perumahan Botania Garden, Kecamatan Batam Kota ini diresmikan pada Rabu (28/5/2025), sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Agung Toyota.

Regional Manager Agung Toyota, Yunus Arif Prabowo, menyatakan proyek ini merupakan upaya konkret perusahaan dalam menjawab dua isu penting sekaligus: pengelolaan sampah dan akses pendidikan.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan dunia pendidikan. Kami mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi siswa," ujar Yunus usai peresmian.

Ia menjelaskan, inisiatif ini telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi proyek pertama yang direalisasikan di Batam. Agung Toyota juga menggandeng sejumlah perusahaan pengelola sampah dalam pelaksanaan program ini.

"Program serupa sedang kami jalankan di beberapa provinsi lainnya," tambahnya.

Menurut Yunus, sampah yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan justru bisa menjadi solusi jika dikelola dengan bijak. "Kami harap ruang kelas ini memberi manfaat langsung bagi siswa dan masyarakat sekitar SMAN 26," ungkapnya.

Agung Toyota juga sebelumnya aktif dalam kegiatan sosial, seperti aksi bersih sampah plastik di kawasan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang. "Ke depan, kami akan terus berkontribusi melalui program-program yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan," tegas Yunus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menyambut positif kontribusi Agung Toyota yang dinilai mampu membantu mengatasi persoalan daya tampung siswa di Batam. Ia menyebut, tahun ini Pemprov Kepri membangun 30 ruang kelas baru, termasuk enam di antaranya untuk SMAN 26 Batam, sebagai solusi dari limpahan siswa SMAN 3 Batam.

"Pembangunan ruang kelas baru ini menjawab keluhan masyarakat soal keterbatasan ruang belajar dan sistem belajar dua shift. Sekarang kami siapkan solusinya," kata Andi Agung.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi terjebak dalam stigma 'sekolah favorit'. Menurutnya, Pemprov Kepri berkomitmen melakukan pemerataan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang setara di setiap sekolah.

"Pilih sekolah berdasarkan domisili saja saat mendaftar online. Kami sudah upayakan pemerataan fasilitas," tegasnya.

Andi mengapresiasi ide kreatif penggunaan limbah plastik sebagai bahan bangunan. "Ini inovasi luar biasa. Sampah yang tadinya tidak bernilai bisa diubah menjadi ruang kelas yang fungsional. Kami berharap langkah ini bisa ditiru oleh pihak swasta lainnya," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap kolaborasi seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain, guna mendukung pendidikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Editor: Gokli