Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dorong Pemerataan dan Inovasi Pendidikan, 30 Ruang Kelas Baru di Batam Tahun 2025

Pemprov Kepri Bersama Agung Toyota Resmikan Ruang Kelas Baru Ramah Lingkungan di SMAN 26 Batam
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 28-05-2025 | 15:08 WIB
AR-BTD-4400-Agung-Toyota-Pemprov-Kepri.jpg Honda-Batam
Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara, menyerahkan secara simbolis ruang kelas baru kepada SMAN 26 Batam, yang dibangun lewat bantuan CSR Agung Toyota, Rabu (28/5/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan sektor pendidikan dengan membangun 30 ruang kelas baru di Kota Batam pada tahun 2025.

Kebijakan ini diambil untuk mengatasi permasalahan daya tampung sekolah yang kerap menjadi sorotan masyarakat, terutama saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menyampaikan pembangunan ruang kelas ini merupakan respons konkret atas keluhan terkait keterbatasan ruang belajar di sejumlah sekolah negeri.

"Tahun ini kita bangun 30 ruang kelas baru, enam di antaranya dialokasikan untuk SMAN 26 Batam yang merupakan limpahan dari SMAN 3. Ini sebagai solusi agar tidak terjadi kisruh lagi saat PPDB. Sistem double shift yang dikeluhkan kepala sekolah kini kita jawab dengan penambahan ruang belajar," jelas Andi Agung, saat meresmikan ruang kelas baru di SMAN 26, Botania Garden, Kecamatan Batam Kota, Selasa (28/5/2025).

Andi juga menegaskan masyarakat tidak perlu lagi memilih sekolah favorit karena pemerintah telah mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan menengah. "Jangan pilih-pilih sekolah. Daftar sesuai domisili saja saat online. Pemerataan sudah kita lakukan baik dari sisi mutu maupun sarana prasarana," ujarnya.

Yang menarik, salah satu dari ruang kelas yang dibangun di SMAN 26 merupakan hasil kerja sama dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Agung Toyota. Ruang kelas tersebut dibangun menggunakan limbah plastik daur ulang sebagai bahan utamanya.

"Inovasi ini luar biasa. Limbah yang semula dianggap tidak berguna, kini menjadi ruang kelas yang fungsional dan ramah lingkungan. Kami sangat mengapresiasi Agung Toyota. Harapannya, langkah ini bisa diikuti oleh perusahaan lain," ucap Andi Agung.

Regional Manager Agung Toyota, Yunus Arif Wibowo, menjelaskan pembangunan ruang kelas ramah lingkungan ini merupakan wujud kepedulian terhadap pendidikan dan pelestarian lingkungan secara bersamaan. "Ruang kelas ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga simbol dari kolaborasi, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan. Proyek ini pertama kali direalisasikan di Batam, dan sedang dikembangkan di beberapa provinsi lainnya," ujar Yunus.

Ia menambahkan Agung Toyota menggandeng perusahaan pengelola sampah dalam proses pengadaan bahan bangunan, sehingga proyek ini sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah secara bijak.

"Selama ini sampah jadi masalah, tapi sebenarnya bisa menjadi solusi jika kita kelola dengan benar. Semoga ruang kelas ini bermanfaat untuk siswa dan warga sekitar," tambahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara, yang turut hadir dalam peresmian menyebut bahwa inisiatif dari Agung Toyota mencerminkan pola pikir pendidikan setingkat perguruan tinggi yang diterapkan di tingkat SMA. "Kolaborasi ini bukan hanya membangun ruang kelas, tapi juga membangun pola pikir. Pendidikan berbeda dari infrastruktur lain, karena dampaknya jangka panjang. Inilah yang akan menciptakan sumber daya manusia unggul," kata Adi.

Ia menambahkan, Pemprov Kepri akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat demi menciptakan sistem pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Editor: Gokli