Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo Harus Copot Dirut Garuda untuk Selamatkan Garuda
Oleh : Opini
Rabu | 28-05-2025 | 08:48 WIB
2805_arief-poyuono-bumn_0239388.jpg Honda-Batam
Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono. (Foto: Istimewa)

Oleh Arief Poyuono

MANAJEMEN Garuda Indonesia diduga melakukan Union Busting pada Asosiasi Pilot Garuda, terkait Hubungan antara Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan manajemen PT Garuda Indonesia Tbk memanas. Salah satu pemicunya, adalah terkait rekrutmen dan penempatan sejumlah mantan karyawan Lion Air yang dinilai melanggar prinsip good corporate governance.

Memang sungguh aneh Garuda yang keuangannya sedang bleeding kok malah merekrut Pegawai dari Lion Air yang notabene dari sisi skill dan loyalitas harus dipertanyakan jika bergabung di Garuda Indonesia ,atau apa ini bagian dari strategi Dirut Garuda yang mantan Dirut Lion Air yang tidak mampu bekerja sama dengan Pegawai Garuda Indonesia sehingga harus merekrut Pegawai dari Lion Air.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang merupakan Organisasi yang memberikan dukungan penuh kepada Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 meminta Presiden Prabowo untuk mengevaluasi dan mencopot Dirut Garuda Indonesia yang tidak mampu menciptakan suasa kerja yang kondusif dalam menciptakan hubungan Industrial di Garuda Indonesia.

Karena wajar saja kalau APG memberikan masukan pada manajemen Garuda yang merupakan bentuk kepedulian terhadap Garuda Indonesia sebagai flag carrier nasional. Sayangnya, justru manajemen cenderung memandang APG sebagai mitra manajemen sebagai pihak yang berseberangan.

Kemudian soal pemutusan sepihak pemotongan iuran serikat, ini juga merupakan bagian union Busting yang dilakukan oleh Garuda Indonesia pada Serikat Pekerja dimana dengan adanya upaya manajemen melakukan pelemahan terhadap serikat pekerja melalui penghentian mendadak bantuan pemotongan iuran keanggotaan dari sistem payroll pegawai.

Dimana iuran anggota Serikat Pekerja tidak boleh diatur oleh manajemen, sebab jika memang anggota Serikat Pekerja tidak ingin menjadi bagian anggota Serikat bisa mengajukan ke Serikat Pekerja untuk tidak membayar iuran organisasi Serikat Pekerja.

Dugaan upaya kriminalisasi terhadap Ketua Serikat Pekerja Garuda Indonesia melalui pelaporan kepada polisi terkait pemberitaan yang dikeluarkan oleh sekretariat bersama.

Tindakan ini, patut dipertanyakan karena tidak sejalan dengan program Prabowo yang ingin adanya keterbukaan pada warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.

Wong Prabowo selama mulai masuk politik hingga menjadi Presiden RI ke 8 saja tidak pernah melakukan laporan ke Polisi terkait masukan masukan dan kritik kritik masyarakat yang diarahkan pada Prabowo kok ini Garuda Indonesia malah merasa kritik dari APG mala dilaporkan polisi.

Prabowo harus segera selamatkan Serikat Pekerja Garuda Indonesia dan Garuda Indonesia dengan Mencopot Direktur Utama Garuda.

FSP BUMN Bersatu mendukung perjuangan kawan-kawan Serikat Pekerja Garuda yang tergabung dalam sekretariat bersama Pekerja Garuda Indonesia untuk terus melawan dan jika perlu lakukan mogok atau stop operasi untuk mendesak Presiden Prabowo mencopot Dirut Garuda Indonesia. (*)

Penulis adalah Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu