Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Belum Mengambil Maqam-nya dalam Kepemimpinan dunia
Oleh : Irawan
Kamis | 27-03-2025 | 09:04 WIB
Anis_Matta_Palestina3.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI yang juga Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta (tengah) (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI yang juga Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menyatakan isu Palestina harus menjadi momentum bagi anak bangsa untuk menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar.

"Isu Palestina juga harus menjadi narasi untuk menyiapkan mental bangsa ini menghadapi gejolak dan perubahan dunia, sekaligus bersiap mengambil peran dalam kepemimpinan dunia," kata Anis Matta dalam keterangannya.

Berbicara di forum Dialog Nasional bertajuk "Sikap Indonesia terhadap Palestina dan Dunia Islam" yang digelar Baitul Maqdis Institute di Jakarta, Selasa (25/3/2025), Anis Matta menyebut bangsa ini belum menempatkan diri sesuai maqam-nya.

"Kita ini suka lupa, kalau kita ini bangsa besar. Beberapa tahun akan datang ekonomi Indonesia akan menjadi ekonomi ke-5 terbesar di dunia," katanya.

Untuk mencapai hal itu, biasanya digunakan manajemen stratejik inward looking sebagai cara pandang.

"Kita bisa menggunakan narasi Palestina ini sebagai alat sebagai alat untuk mengubah budaya kita dan cara pandang kita. Menyadari bahwa kita ini adalah negara besar, sementara Kita belum mengambil maqamnya dalam kepemimpinan dunia," katanya.

Isu Palestina ini juga bagus menjadi isu untuk menyadarkan umat, menyiapkan mereka untuk menghadapi dunia yang penuh goncangan, penuh kekacauan dan sangat tidak teratur. Yakni dunia yang sedang ada diambang perang.

"Dan saya kira kita ada perubahan besar secara geopolitik di dunia. Maka Palestina adalah salah satu game changer yang akan menentukan perubahan besar itu ke depan," ujarnya.

Sehingga isu Palestina harus menjadi isu untuk menyadarkan umat agar menyiapkan mental mereka, menghadapi dunia yang penuh perubahan.

"Sekaligus menyiapkan mental mereka untuk mengampil peran kepemimpinan secara global di masa-masa akan datang," tegas Anis Matta.

Ubah Poros Pandang Dunia

Sementara itu, saat menghadiri "Safari Ramadhan: Membasuh Luka Palestina 2025" di Gedung MUI Pusat, Selasa (25/3/2025), Wamenlu Anis Matta mengatakan, bahwa isu Palestina khususnya kejadian terakhir ini telah merubah poros pandang dunia.

Menurut Anis Matta, isu Palestina tidak lagi dipandang sebagai isu negara-negara Arab atau isu agama saja, tapi sudah menjadi isu global, karena menyangkut kemanusiaan.

"Perubahan ini menjadikan kita, Indonesia, optimis bahwa perubahan ini akan menghasilkan suatu kemajuan yang berarti untuk kemerdekaan Palestina," ujarnya.

Karena itu, sebagai negara besar, Indonesia dituntut perannya secara maksimal dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, termasuk mendukung kemerdekaan Palestina.

"Ini juga merupakan simbol eratnya hubungan hubungan dan persahabatan bangsa Indonesia dan Palestina, yang sudah terjalin lama," katanya.

Palestina, kata Anis Matta, menjadi salah satu bangsa yang mendukung kemerdekaan Indonesia pada 1945, dan menjadi satu-satunya negara yang belum merdeka hingga kini.

"Maka dari itu setiap kali kita merayakan kemerdekaan kita, kita harus selalu ingat bahwa bangsa Palestina masih di bawah penjajahan," katanya.

"Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai komitmen untuk membantu perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina," imbuhnya.

Editor: Surya