Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Laut Tercemar Limbah, Pendapatan Nelayan Turun Drastis
Oleh : ali/dd
Selasa | 06-11-2012 | 15:29 WIB

BATAM, batamtoday - Akibat terjadinya pencemaran laut di sekitar Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau,  Kecamatan Nongsa berupa limbah sludge oil, membuat masyarakat nelayan sekitar merugi dengan menurunnya hasil tangkapan ikan.


"Jelas adanya pencemaran ini, pendapatan kami berkurang dari biasanya mencapai rata Rp 80 ribu sampai Rp 200 ribu, sekarang di bawah pendapatan biasanya," ujar Razali, nelayan RT 01/RW 07 Sambau, Selasa (6/11/2012).

Dia mengatakan, angin utara dan barat laut mengarah ke Batam membuat limbah tersebut banyak terlihat di perairan sekitar pulau ini.

"Saat ini angin Utara, jadi kita yang di Batam ini kena dampaknya, karena barang ini (minyak jenis oli) mengapung di atas laut dan terdampar disini," terangnya.

Razali menambahkan, melalui pengalaman masyakat nelayan sekitar, peristiwa ini bukan pertama terjadi, sehingga Pemerintah Kota Batam khususnya Bapedalda dan instansi terkait yang melakukan pengawasan dapat menghentikan terjadinya pencemaran, sehingga ekosistem laut tidak tercemar.

"Kalau sudah seperti ini, kami nelayan tidak berani menebar jaring, karena ikan tidak ada terperangkap malah oli yang memenuhi jaring kami," ucapnya.

Senada juga disampaikan ketua RT01, Sarkawi. Menurutnya semenjak terjadi pencemaran laut di perairan Nongsa, sudah banyak masyarakat yang mengeluh. 

Akibat pencemaran laut limbah jenis sludge oil, ikan yang diperolehnya dari nelayan, juga sudah tercemar. 

"3 hari lalu saya makan ikan terasa minyak," pungkasnya.