Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Meski Diduga Mengandung Formalin, Mie Kuning Masih Saja Laris
Oleh : kli/yp
Selasa | 16-10-2012 | 17:31 WIB


BATAM, batamtoday - Meski diduga mengandung bahan pengawet Formalin, mie kuning ternyata paling laris di pasaran. Pasalnya, mie kuning dari pabrik pembuatan sudah habis terjual sejak pukul 06.00 WIB, setiap harinya.


Dugaan mie kuning mengandung formalin pun semakin kuat lantaran belum lama ini Ditreskrimsus Polda Kepri dan BPOM Kepri melakukan pengrebekan di salah satu gudang daerah Sagulung maupun Batuaji. Memang, lokasi gudang yang digrebek tersebut belum diketahui, tapi sejumlah gudang lain masih tetap beroperasi dan diminati banyak pelanggan.

Rudi, salah satu karyawan pembuat mie kuning di salah satu ruko pasar Aviari, Batuaji mengatakan mie kuning buatan mereka itu sangat diminati warga. Pasalnya, sejak pembuatan sekitar pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB, mie kuning tersebut sudah habis terjual setiap harinya.

"Iya bang di sini (salah satu ruko di pasar Aviari-Re) memang membuat mie kuning. Kalau mau pesan datang jam lima pagi lah, soalnya jam tiga hingga jam enam sudah banyak pelanggan,"aku Rudi di lokasi pembuatan mie sekalugus pembuatan bakso tersebut, Selasa (16/10/2012) siang.

Disinggung masalah ketahanan mei yang mereka buat, kata Rudi, bisa tahan hingga beberapa hari. Pasalnya ada sejenis pengawet yang dicampur supaya mie tersebut tidak gampang busuk.

"Tahanlah beberapa hari, ada pengawet kog yang dicampur,"jelasnya tanpa menyebut nama pengawet tersebut.

Di tempat terpisah, daerah Sagulung juga ditemukan beberapa tempat pembuatan mie kuning tersebut. Sementara, di bagian pasar terdapat salah satu grosir pemasar mie yang kerap diburu banyak warga.

"Dekat pasar ini ada kog gudang pembuatannya. Kalau mau beli kiloan, langsung ke grosir aja, itupun kalau masih ada. Biasanya, jam sembilan pagi sudah habis terjual,"papar Warso salah satu warga ditemui di pasar Sagulung.

Meskipun kedua lembaga yakni Polisi dan BPOM Kepri belum membeberkan hasil penggrebekan dan lokasinya. Namun, kedua pihak itu membenarkan melakukan penggrebekan terhadap gudang mie kuning yang diduga menggunakan bahan pengawet Formalin.