Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Seorang Pekerja WN Malaysia Tewas Tak Wajar di PT ASL
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 05-03-2024 | 12:24 WIB
0503_laka-kerja-asl_03934834878.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad Hubertus Dewa alias Deni dari laut ke Dermaga PT ASL Shipyard, Tanjungubang, Batuaji, Batam, Rabu (3/11/2021). (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang pekerja di PT ASL Tanjungucang, Low Swee Eng (61), dilaporkan tewas tak wajar di galangan kapal tersebut, Rabu (28/2/2024). Pria lanjut usia (lansia) tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD-EF) dalam kondisi tak bernyawa.

"Sampai di sini (RSUD Eembung Fatimah) sudah meninggal. Keracunan makanan. Warga Malaysia, " ujar sumber, petugas medis di kamar Jenazah RSUD Embung Fatimah, Selasa (5/3/2024).

Kematian WN Malaysia --yang disebut akibat keracunan makanan, ini cukup misterius di kalangan pekerja dan saksi mata di lokasi kejadian. Itu karena keterangan pihak perusahaan menyebut korban keracunan karena tidak sengaja meneguk cairan pestisida untuk racun rumput merk roundup, tidak masuk akal.

Korban yang sudah menginjak usia senja ini kesehariannya sebagai pengawas di bagian scrap. Kematiannya disebut karena tak sengaja meneguk roundoup, tidak masuk akal. Perlu ada penyelidikan yang lebih lagi dari kepolisian agar motif kematian pria lansia itu bisa terungkap dengan benar.

"Karena kesannya (perusahaan) tak mau kejadian ini dibesarkan. Namun keterangan (yang disampaikan manajemen) banyak yang tak masuk akal. Katanya korban sempat lari ke klinik setelah salah minum roundup dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. It jelas tidak nyambung. Korban kalau keminum roundup, pastinya sekarat. Tapi kok masih bisa mencoba sendiri ke klinik. Baru setelah itu ke RSUD. Ini tidak jelas keterangannya," ujar sumber dari dalam perusahaan.

Kejanggalan lain juga disebutkan sumber, yakni penanganan dari kepolisian terkesan minim dan tertutup. Penyebab kematian korban sesuai keterangan pihak perusahaan tidak ada pendalaman lebih lanjut. Alat bukti yang mendukung klaim penyebab kematian WNA ini tidak jelas juga.

"Kesannya gini, ya sudah kalau perusahaan bilang itu kecelakaan akibat kelalaian korban sendiri yang tidak sengaja minum cairan pestisida ya sudah selesai kasusnya. Padahal ini kita tidak tahu pasti apakah keminum atau sengaja diminumkan (diracuni). Harusnya ada penyelidikan yang lebih dalam," sebut sumber lagi.

Hampir sepekan juga jenazah WNA tersebut berada di kamar jenazah RSUD, sebelum akhirnya diambil keluarga dan kabarnya dikremasi di wilayah Nongsa.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Muhammad Yuda Firmansyah membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, kasus tersebut sudah dilimpahkan dan ditangani oleh Polresta Barelang. "Sudah ditangani Intelkam Polresta Barelang," ujar Yuda singkat melalui pesan WhatsApp.

Editor: Gokli