Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Catatan Pemred BATAMTODAY.COM Ngobrol Santai dengan Dr Mohamad Maliki Osman di Hotel Radisson Batam
Oleh : Saibansah
Minggu | 13-08-2023 | 09:32 WIB
888_menteri-maliki_09875143.jpg Honda-Batam
Menteri Pendidikan Kedua dan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Dr Mohamad Maliki Osman (keempat dari kanan) dan Konjen Singapura di Batam Gavin Ang (kanan) berfoto dengan para pimpinan media di Batam, salah satunya Pemred BATAMTODAY.COM Saibansah Dardani (kedua dari kanan) seusai sarapan di Hotel Radisson Batam. (Foto: Konjen Sing/BTD)

TERUNGKAP, mengapa Menteri Pendidikan Kedua dan Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Dr Mohamad Maliki Osman dan istrinya, Sadiah Shahal hanya memainkan instumentalia lagu sountrack drama Korea yang juga berjudul, 'Winter Sonata' pada malam perayaan Hari Kemerdekaan Singapura ke-58 atau Singapore National Day di Ballroom Hotel Radisson Batam, Kamis (10/8/2023) malam.

Tidak ada lantunan suara yang menyanyi dari pasangan suami-istri hebat itu. Ternyata, Maliki mengaku suaranya tidak cukup 'bagus' untuk perform di Batam. Karena pria kelahiran 19 Juli 1965 itu mengetahui, para pejabat dan pengusaha di Batam rata-rata jago bernyanyi.

Maka, ketika dirinya diminta untuk perform dalam rangka menggalang donasi bagi PMI (Palang Merah Indonesia) di Batam, dirinya mempersiapkan penampilan yang berbeda. Duet dengan sang istri melantunkan instrumentalia 'Winter Sonata'.

"Suara saya tidak bagus, jadi saya main kecapi berlatih dengan istri selama sebulan untuk bisa perform di Batam," ujar Maliki santai sambil sarapan pagi bersama dengan para pimpinan media di Hotel Radisson Batam, Sabtu (12/8/2023).

Maliki mengungkapkan hal itu menjawab Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM Saibansah Dardani yang sebelumnya mengulas penampilannya yang 'apik-ciamik' bareng sang istri, Sadiah Shahal.

Sejatinya, obrolan santai dengan Menteri Maliki sambil sarapan pagi itu membahas aneka-hal, 'nano-nano'. Mulai dari kesan perjalanannya selama tiga hari di Batam, Tanjungpinang dan Pulau Penyangat, pertemuannya dengan Walikota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, H. Muhammad Rudi dan istrinya, Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina yang sampai tanding bulutangkis lawan Rudi. Kemudian, perjalanannya yang penuh kesan di Pulau Penyengat, lalu menceritakannya dengan sangat excited di meja sarapan yang panjang itu.

Termasuk, membahas masalah hubungan antara Singapura-Indonesia, penjajakan investasi pengusaha Singapura di IKN (Ibu Kota Nusantara), soal ekspor pasir laut dari perairan Provinsi Kepri ke Singapura, ekspor listrik tenaga surya dari Batam ke Singapura, peluang pendidikan bagi anak-anak dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kepri di Singapura, hingga rencananya berkunjung ke Daik Lingga dan Kabupaten Natuna.

Praktis, topik obrolan santai pagi sekira satu jam lebih itu seperti menu yang dihidangkan chef Hotel Radisoon Batam untuk kami semua. Yaitu, mie instan goreng, telur mata sapi kuningnya setengah matang, tiga tusuk sate ayam bumbu kacang, empat ekor udang goreng kering, kerupuk, acar potong dadu kecil-kecil, dua potongan tipis mentimun, daun selada dan kerupuk.

Soal investasi di IKN, mantan Walikota Distrik Tenggara Singapura itu memaparkan, memang setelah Presiden Joko Widodo ke Singapura sebagai pembicara di forum Ecosperity Week 2023 yang diadakan Temasek Foundation di the Sands Expo & Convention Centre Singapura, Rabu 7 Juni 2023 lalu, beberapa pengusaha besar Singapura mulai tertarik dan mempelajari master-plan IKN. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga menawarkan insentif, salah satunya tax holiday.

Kemudian, Duta Besar Indonesia di Singapura, Suryopratomo yang kerap disapa Tommy itu mengajak sejumlah pengusaha besar Singapura jalan-jalan ke IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, dari perjalanan itu, mestinya para pengusaha Singapura akan mempelajari terlebih dahulu master-plan IKN dan peluang-peluang investasinya.

Lalu, soal ekspir pasir laut dari perairan Kepri, sampai hari ini pemerintah Singapura belum melakukan apa pun. Karena memang, selain persoalan regulasi yang masih belum clear, juga masalah impor pasir laut dari Kepri tidak dilakukan oleh pemerintah, tapi sektor swasta. Merekalah yang melakukan deal bisnis atau kontrak-kontrak transaksional.

Soal pendidikan, pria yang gemar main bulutangkis dan memetik senar kecapi China (guzheng) itu mengungkapkan, pihaknya memiliki program untuk berbagi pengalaman dengan para ASN. Untuk program ini, karyawan dari BP Batam sudah ada yang pernah mengikuti program tersebut di Singapura. Menyusul kemudian ASN dari Pemprov Kepri. "Kita tidak bermaksud untuk mengajari mereka, kami hanya ingin berbagi pengalaman saja," ungkap ayah Lidia Syahindah dan Adli Mifzal itu.

Tidak satu arah, obrolan kami juga ditingkahi dengan beberapa pertanyaan balik yang dilontarkan oleh Menteri Maliki dan Konjen Singapura di Batam, Gavin Ang yang mendampinginya bersama dengan Wakil Konjen Singapura di Batam Bynes Liau serta beberap staf.

 

Pertanyaan santai soal politik lokal, mulai dari pemilihan Gubernur Kepri dan Walikota Batam 2024 mendatang. Sampai dengan peluang tokoh-tokoh politik lokal yang sudah populer di masyarakat Batam dan Kepri.

Tak terasa, obrolan santai itu sampai pada satu deadline jadwal fery dari Batam ke Singapura. Hari itu, Menteri Maliki dan istri harus segera kembali ke Singapura. Kembali bertugas sebagai pejabat negara dan sebagai ayah dua orang anak.

Tak lupa, Menteri Maliki juga menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada para pemimpin media di Batam yang telah meluangkan waktu sarapan bareng dengannya. Juga, terimakasihnya kepada para pejabat di Batam, kalangan pengusaha dan para tokoh di Batam yang menghadiri malam perayaan Hari Kemerdekaan Singapura ke-58 atau Singapore National Day di Ballroom Hotel Radisson Batam, Kamis (10/8/2023) malam.

"Ramai yang menghadiri malam Singapore National Day di Ballroom Hotel Radisson Batam, kami sangat gembira dan mengucapkan terimakasih," ujar menteri yang murah senyum itu mengakhiri.*