Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Band Radja Ngaku Disekap dan Diancam Dibunuh Usai Manggung di Malaysia
Oleh : Redaksi
Senin | 13-03-2023 | 19:40 WIB
Band-Radja.jpg Honda-Batam
Band Radja mengaku dapat ancaman pembunuhan usai manggung di Malaysia. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Band Radja mengaku mendapat tindak kekerasan dan ancaman pembunuhan usai manggung di Malaysia. Bahkan mereka ngaku disekap dalam satu ruangan.

Ian Kasela cs saat ini sudah berada di Indonesia. Ditemui di Bandara Soekarno Hatta akhir pekan lalu, mereka juga mengatakan sempat disekap di dalam sebuah ruangan.

"Kita disekap di satu ruangan, terkunci dengan beberapa bodyguard," kata Moldy.

"Kita ditekan, tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam ruang yang sempit, diisi bodyguard, dia (yang mengaku perwakilan dari panita acara) dua orang, memperlakukan kami dengan sangat tidak terhormat," sambung Ian dan Moldy.

Selain itu Ian Kasela mengatakan mereka mendapati cacian dan makian. Mereka semakin khawatir setelah ada ancaman pembunuhan.

"Ada hal yang membuat kami sangat kecewa karena bukan terima kasih yang kami dapatkan setelah acara sukses, setelah mereka terhibur, setelah kami berikan penampilan yang terbaik," kata Ian Kasela.

"Tapi malah cacian dan makian. Bahkan sampai ancaman membunuh terhadap kami jika Radja datang lagi di Kuala Lumpur, ada di Malaysia, mati," sambungnya.

Dilansir dari Harian Metro Malaysia Band Radja sebenarnya ada jadwal kembali manggung di Malaysia setelah Ramadhan. Ian Kasela membeberkan mereka juga diancam untuk rencana tersebut.

"Dia mengancam lagi, 'Saya dengar Radja akan melakukan pertunjukan di Johor, Malaysia. Kamu akan mati!' Kami kecewa dengan penyelenggara dan ancaman kematian ini adalah hal yang serius meskipun kami telah memberikan komitmen terbaik kami," katanya Ian Kasela.

Peristiwa pengancaman itu terjadi setelah Band Radja manggung di Johor Bahru, Malaysia. Saat itu semua personel Radja baru saja melayani sesi foto atau meet and greet dengan penggemar selepas manggung.

Sampai akhirnya mereka mendapat kabar akan ada perwakilan dari kedutaan dan menteri yang juga mau berfoto dengan mereka. Namun, tiba-tiba datang 15 orang dan dua di antaranya mengaku sebagai perwakilan dari acara tersebut.

Mereka datang marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga ancaman pembunuhan. Ian Kasela dan personel lainnya mengira awalnya itu adalah prank.

"Kami nggak tahu apa-apa dan mencoba mengerti. Awalnya kami pikir itu 'prank' karena konser ini sukses. Kami masih merasa senang saat itu. Itu karena tidak ada satu insiden pun terjadi selama konser atau fans kecewa dengan penampilan kami," ceritanya.

"Mereka bertindak agresif, menendang meja, mulai mendorong kami dan melontarkan kata-kata kasar serta mengancam akan membunuh kami. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami tahu mereka banyak," ungkap Ian Kasela.

Ian Kasela cs mengaku tidak tahu apa masalah yang memicu adanya tindakan itu. Selama manggung di Johor Bahru pada Sabtu (11/3/2023) dikatakan Ian semua berjalan lancar.

"Kami tidak mengerti apa masalahnya. Mereka hanya mengatakan kami tidak menghargai mereka yang mengundang kami. Dia mengatakan kami menolak untuk melakukan sesi foto dan bertemu penggemar. Kami kaget karena sebelumnya kami berfoto dengan banyak sekali orang, itu siapa? Walaupun lelah, kami tetap mengikuti keinginan panitia," beber Ian Kasela.

Sumber: detik.com
Editor: Yudha