Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Deklarasi Papua Damai Warga Lanny Jaya Patut Diapresiasi
Oleh : Opini
Senin | 04-04-2022 | 08:36 WIB
A-DEKLARASI-DAMAI-PAPUA.jpg Honda-Batam
Deklarasi damai masyarakat Papua Barat. (Foto: Ist)

Oleh Rebecca Marian

BEBERAPA hari yang lalu, Warga Lanny Jaya Papua serempak mendeklarasikan Papua Damai. Kegiatan ini mendapat apresiasi luas sebagai bentuk penolakan bersama terhadap paham separatis yang selama ini menjadi sumber konflik di Bumi Cenderawasih.

Kedamaian adalah hal yang diidam-idamkan di berbagai tempat, termasuk di Papua. Namun sayangnya ada saja gangguan mulai dari organisasi papua merdeka dan kelompok separatis dan teroris. Masyarakat takut akan teror mereka karena sudah sering menimbulkan korban jiwa.

Warga asli Papua tidak tinggal diam jika ada kekerasan dari Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. Mereka yang berasal dari berbagai distrik berkumpul di Pilamo Honai utama, Lanny Jaya dan mendeklarasikan perdamaian. Selain itu, mereka juga mendukung pemekaran wilayah di Bumi Cendrawasih. Deklarasi ini dipimpin oleh Kepala Distrik Goa Balim.

Masyarakat juga mendeklarasikan persatuan Papua dan berharap perdamaian selalu terjadi tiap hari. Mereka cinta tanah air dan dibuktikan dengan bersinergi dengan pemerintah saat membangun infrastruktur dan juga sumber daya alam.

Masyarakat sadar bahwa pembangunan harus didukung oleh rakyat sipil agar sukses besar. Mereka bisa jadi pekerja yang turut membangun atau arsitek, serta berbagai posisi lain.

Masyarakat juga berterima kasih karena pemerintah membangun Papua dengan indahnya. Saat ini di Bumi Cendrawasih sudah ada bandara internasional, jembatan yang gagah dan jadi tujuan wisata, dan berbagai infrastruktur lain.
Jika ada perdamaian maka infrastruktur akan terjaga dengan aman karena tidak akan dirusak oleh kelompok separatis yang selalu emosional dan dengki terhadap keindahannya.

Deklarasi perdamaian menunjukkan bahwa masyarakat tidak mau berurusan dengan kelompok pemberontak seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan KST. Mereka sadar bahwa jika bergabung dengan kelompok separatis tidak akan membahagiakan dan menambah perdamaian. Malah sebaliknya, OPM dan KST mengacak-acak perdamaian di Papua.

Sudah berulang kali KST menembaki warga sipil dan membawa korban jiwa dengan alasan mereka adalah mata-mata aparat. tentu tindakan ini tidak bisa dibiarkan karena sudah masuk ke ranah kasus kriminal. Apalagi yang diserang adalah guru sehingga KST amat kejam, karena sama saja dengan tidak merestui kemajuan di bidang pendidikan.

Ketika ada deklarasi perdamaian maka menunjukkan kekompakan warga Papua, terutama dalam sikap anti kelompok separatis. Mereka cinta Indonesia dan mengakui bahwa Papua dan Papua Barat adalah bagian resmi dari NKRI. Rakyat juga bangga jadi WNI karena memang kita terdiri dari berbagai suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh perdamaian.

Jika ada selentingan di luar negeri yang mengatakan bahwa rakyat ingin merdeka maka salah besar, karena mereka amat memiliki rasa nasionalisme di dadanya. Tidak ada yang namanya republik federal papua barat karena tidak sah di mata negara dan tidak didukung pula oleh warga. Mereka anti pembelotan dan merasa bahwa KST sudah salah jalur dan disesatkan oleh kebencian.

Diharap deklarasi perdamaian akan dilakukan di daerah lain di Papua, sehingga makin menunjukkan bahwa rakyat di Bumi Cendrawasih amat mencintai negaranya. Mereka memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan tidak mau kena tipu dan bujukan oleh kelompok separatis. Perdamaian adalah kunci bagi kemajuan di Papua.

Deklarasi Papua Damai yang dilakukan oleh warga Papua di Lanny Jaya menunjukkan bahwa rakyat di Bumi Cendrawasih setia kepada NKRI dan tidak mau mendukung kelompok separatis.

Mereka ingin agar Papua selalu damai sehingga kehidupan masyarakat akan makin tenteram. kesetiaan rakyat Papua amat berharga karena mereka membuktikan bahwa cinta Indonesia.*

Penulis adalah Mahasiswa Papua bermestautin di Jakarta