Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cak Imin Absen di Pengukuhan PBNU, Bukti Disharmoni dengan Gus Yahya
Oleh : Redaksi
Selasa | 01-02-2022 | 09:20 WIB
A-pelantikan-pbnu.jpg Honda-Batam
Presiden Jokowi saat menghadiri pengukuhan PBNU. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketidakhadiran Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempertegas ada disharmoni hubungan dengan Yahya Cholil Staquf.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (31/1/2022).

Analisa Dedi, realitas politik ini akan merugikan politisi yang karib disapa Cak Imin itu. Sebab, Nahdlatul Ulama (NU) adalah basis elektoral PKB dari pemilu ke Pemilu.

Dedi melihat, kerugian politik akan makin mengkhawatirkan posisi Cak Imin jika ternyata situasi disharmoni bersifat personal. Antara Cak Imin dan Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang merupakan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga politisi PKB.

"Ini (disharmoni) semestinya merugikan bagi Muhaimin karena NU selama ini penyumbang mayoritas suara. Lebih mengkhawatirkan lagi jika situasi ini bersifat personal, semisal adanya upaya mengkerdilkan Muhaimin dalam keluarga PBNU," demikian analisa Dedi.

Ketidakhadiran Cak Imin memunculkan spekulasi karena Ketua PBNU Amin Said Husni menyatakan bahwa dalam pelantikan PBNU periode 2022-2027 seluruh Ketua Umum Parpol diundang.

Selama kepemimpinan Said Aqil, hubungan antara PKB dan PBNU nampak sangat mesra. Dua periode kepemimpinan Kiai Said dipandang sebagai puncak kemesraan politik dan berdampak elektoral bagi PKB di Pemilu 2019.

Sumber: RMOL
Editor: Dardani